Posted by: qnewt on: Desember 15, 2007
Terus terang karena kehebohan yang ada di jagad blogsphere, tentang Film Sebuah Penantian, aku jadi penasaran untuk menontonnya. Tidak sabar menunggu saat pukul 16.30 tiba.
saat jam dinding di kantorku menujukkan pukul 16.30 temanku oji datang. “sial, kenapa datang di saat yang tidak tepat,” kataku dalam hati. oji mengembalikan motorku yang selama beberapa hari ini kupinjamkan keapdanya. dan sore ini dia mau pulang ke banjar dan mengembalikan motorku.
“gimana, mau langsung pulang? tanyaku dengan sadis. ini terjadi tentu saja kerana aku tidak sabar ingin menonon Sebuah Penantian. dan ini pasti sudah dimuali.
agar tidak menyita waktu dan tidak ketinggalan film terlalu lama, akhirnya kuantarkan dia ke perempatan untug ‘ngadang’ bis. aku juga tidak bercakap lama, langsung cabut setelah oji menyerahkan STNK motoku.
sesampainya di kantor, aku tidak langsung nyalain tipi, aku tertarik sayur tempe bercampur pete yang sedag dirubung oleh juni, mas hari dan ari. maka kuambil sedikit untuk memuaskan nafsu makan peteku. lalu aku makan nasi sisa juni yang telah dicampur sayur tempe dan pete itu.
kunyalakan tipi, trans tv yang nyala. trans ternyata ga nayangin. yang lain juga, kayaknya hanya rcti saja.
kuikuti adegan demi adegan. eh ternyata ada sela, walau hanya iklannya program rcti sendiri, tetap aja aku protes. kenapa di sela?
setengah jam berlalu, tidak ada greget. tidak ada sentuhan. membosankan. masih setengah penasarn kuikuti lagi. sampai akhir cerita.
ternyata sangat mengecewakan. tidak sebanding dengan kehebohan. boro-bora terhipnotis, ngatuk iya. tidak juga tertarik untuk pindah agama. ceritanya dangkal, dapat ditebak. masih bagusan kiamat sudah dekat, atau para pencari Tuhan.
ah sebuah penantian yang mencewakan.
@mbelgedez
1. Aku juga dah siap dengan segala baca2an untuk tameng. malah ngantuk nontone.
2. mboyongane abot
3. ora gumun
aku sudah yakin kalo kamu bakalan terhipnotis (baca: ngantuk) dengan film itu ![]()
mungkin yang menghembuskan berbagai isu tentang film itu sebenarnya malah pembuatnya sendiri. biar orang jadi tertarik nonton. dan kita inilah yang menjadi korban. terhipnotis isu.
memangnya kalo nonton bokep walaupun ga murtad tetep bisa masuk surga ya? aneh banget?
qnewt:
hahaha!
Makanya.. kadang teman-teman sendiri jangan suka suudzon. Mereka yang kristiani aja, cuman sedikit bergunjing kala DaVinci Code diputar, ndak sampai kirim-kirim sms soal pe-murtadan-lah, matikan tv-lah, misionaris de el el. Nyatai aja lagiiii…
qnewt:
iya pada parno. pdahal sinetron-sinetron yang ‘islami’ banged juga banyak diputer.
Siaki wis jaman edan, sing ra edan ra keduman. Ning sik luwih becikwong sing eling lan wening.
“Memang kalau anjing gigit orang itu bukan berita. Yang jadi berita adalah kalau orang gigit anjing”.
Salam kenal Brother…
qnewt:
aku edan tah ora. mung rada gemblung.
salam kenal juga. terima kasih sudah mampir.
[...] Siapa yang harus waspada? Repot Amat? Sebuah Penantian.. Kristenisasi? Ustadz Menjawab: Film FTV Natal Kristenisasi Gak Perlu Panik, Tapi yang Jelas Malah Bikin Penasaran!!! Mereka yang Pintar, Kok Kita yang Kebakaran Jenggot? My Hope Sudah Berlalu, Mana Hipnotis dan Kristenisasinya? Saya Terhipnotis!! Sebuah Penantian Yang Mengecewakan [...]
Yoop ahaaaa…….sama, aku juga udah siap baca doa agar aku tidak terhipnotis. Jangankan terhinoptis, aku malah ketiduran ( 5 menit ) apa ngantuknya itu karena hipnotisnya mulai merasuk dalam tubuhku? Gitu kali yaaa…..yang pasti menurutku ini film biasa aja kok malah lebih menyentuh sinetron buku harian nayla. Alhamdullilah sampai detik ini aku masih muslim dan masih sholat. Bagiku film tersebut hanyalah hiburan semata. Bisa ditonton oleh agama apapun. kalau ada yang pindah agama gara-gara sinetron tsb, itu tergantung individu masing-masing dan tingkat keimanan masing-masing, maaf ya kalau ada yang tersinggung. Aku nonton film ini karena aku dapat selebaran yang menghimbau untuk tidak nonton film ini. Aku cuma heran kok ada orang goblok yang mau ngikutin himbauan dari selebaran itu ya….ngomong -ngomong itu siapa ya yang bikin selebaran itu. Aku tahunya itu orang muslim tapi siapa ya orang dibaliknya……
qnewt:
jadi kamu tahu kalau yang buat selebaran itu orang mulim. menurutku malah itu kayaknya orang yang buat film itu aja. biar laku.
numpang baca
qnewt:
apanya yang mau di baca di sini. tapi sebagai rasa hormat ya saya ucapkan “monggo”
yang membuatku bingung sampai detik ini justru “sebuah penantian” itu bahasa banyumasan-e apa ya lik qnewt???
[...] Sebuah Penantian yang Mengecewakan [...]
intinya anda, kita semua tertipu gitu yah?hhuahuahua..lagian heboh banget sih sinetron aja, mbok mbahas masalah HEROES, HOUSE, apa AMazing Race kek..wkekeke..
Halah.. ini kan cuman bisa2nya cara media supaya pilemnya laku.. Ck Ck CK.. ampun deh pemerintah!!
lo sih….
coba orang kampung yang pendidikannya kurang
haus hiburan…
cerita tak bermutu bisa jadi sekelas “persuit of happiness”
ato ” 1 littre of tears” nya japan…
bisa aja kn………..
Desember 15, 2007 pada 1:40 pm
Tiwas udah siap-siap mbawa karung, kali-kali ajah nyang mau ngajak pindah agama sambil nganter super mie, kecap, sama beras 5 liter….