Q Newt

Saya sebenarnya tidak telaten untuk membalas komentar-komentar yang jumlahnya juga tidak banyak atas status saya di facebook. Saya sering kali menelatarkan status saya (baca : tidak diapdet), sampai berhari-hari. Saya juga sering, tidak membalas komentar-komentar teman saya atas status facebook saya, dan saya timpa saja dengan status baru.

Dan setelah membuat status baru itu, saya juga meninggalkannya begitu saja. Tidak otomatis terus mencurahkan segala pikiran, perasaan dan harta untuk facebook tersebut. Ada macem-macem alasan dan saya cari alasan juga untuk tidak konsen diperpesbukan.

Tapi kondisi itu malah mendorong saya untuk melakukan yang lebih dari itu. Yaitu menulis. Seperti yang saya lakukan sekarang ini. Walau di lain sisi, saya yakin, dari beberap orang yang saya tag saja, hanya beberapa orang yang membaca tulisan ini. Apalagi orang yang tidak saya tag.

Ya memang sekarang jamannya beg beg beg begitu. Menurut M. Arief Budiman si empunya blog mybothsides.blogspot.com, di jaman ini, yang instant akan memperoleh banyak pengikut. Yang ngajak mikir dan merenung akan berkurang fansnya. Yang instant itu menawarkan kemeriahan, sedangkan yang memerlukan waktu untuk mencernanya akan menyediakan ketenangan.

Karena alasan di atas, maka saya menurunkan catatan ini (halah bahasanya kayak wartawan ajah!). Soalnya agak penting. Dan agak genting. Takutnya ketika saya tinggalkan begitu saja status saya yang terakhir itu, ada orang yang berpadangan negatif terhadap saya. Padahal si saya juga tidak ada plus-plusnya sama sekali. Hanya sok plus saja.

Beberapa teman saya berkomentar macam-macam atas status facebook saya yang saya posting tadi sore, yang berbunyi : “Al Qayyum, Al Majid, Al Wajid, Al Wahid, Al Ahad, As Shamad, Al Qadir. Sebrknn 7 Asma Allah ini pd 15 orf. Insya Allah keingnmu akan t’capai. (Demi Allah, Jgn diremehkan) From Bos Aang (Aang Radarmas) 08:46 4/1/10.” [Terjadi salah ketik dalam status tersebut. Saya memang sering melakukannya. Harap maklum.]

Itu memang sumbernya dari sms teman saya yang juga bos saya. Pagi-pagi sms tersebut masuk ke hape sayah tidak bisa buat facebookan itu. Karena saya tidak punya kesempatan untuk membalas langsung saat itu juga, saya membalasnya agak siangan.

Saya tidak melakukan apa yang diisyaratkan dalam sms tersebut, tapi saya malah membalas sms ke bos saya itu begini; “Demi Allah aku ingin tahu apa arti 7 Asama Allah tersebut?”

Di facebook, teman lama saya yang galak tapi baik hati, berkomentar, “Kata2 ‘Demi Allah’ kok ya dbwt main2! Memprihatinkn kmu newt..,” begitu tulisan dalam komentarnya.

Saya bingung, dan saya bertanya dalam hati. Benarkah saya telah main-main dengan kata ‘Demi Allah’. Saya pikir tidak. Kalau dari nadanya, malah bos Aang tuh yang main-main. Lihat saja balasan smsnya ke saya; “Demi Allah aku klalen artine. Hi3x.” Kalau dari nadanya dia kan yang bermain-main. Tapi saya pikir kami berdua sedang tidak main-main.

Jadi gini, prinsip saya (maaf loh kalau prinsip saya salah, kalau saya mau melakukan sesuatu, saya harus tahu dulu apa yang saya lakukan. Baik itu caranya maupun tujuannya. Misal, kenapa kita harus shalat, saya harus tahu dulu apa tujuan shalat (ini saya harus banyak belajar dan sedang belajar), bagaimana cara shalat. Jadi shalat tidak hanya jengkang-njengking. Atau yang lain misalnya, kenapa saya harus bekerja, kenapa saya mencintai anak saya, kenapa saya memakai calana. Saya, harus tahu maksud dan tujuannya.

Demikian juga dengan sms itu. Kenapa saya tidak langsung menyebarkan sms itu kepada 15 teman saya yang lain. Pertama, saya tidak tahu apa arti dari tujuh Asma Allah itu. Makanya saya tanya dulu pada si pengirim sms, apa arti dari tujuh asma Allah tersebut. Apa salah kalau kita tanya karena kita tidak tahu. Wong tanya Allah itu siapa, dimana, bagaiman juga tidak apa-apa kan? Atau tabu?

Kedua, saya tidak tahu, bagaiman sebenarnya kita menyikapi sms semacam ini. Bagimana mungkin kita akan melakuan sesuatu tapi tidak tahu ilmunya. Iya kalau yang kita lakukan itu benar, bagaimana kalau menyesatkan. Bagi saya orang yang sudah sesat karena sering ngaji mbelgedez.com, bisa tambah sesat!

Dari http://www.tafsir-hadis.com saya kutip bahwa pemberian prioritas yang dibenarkan oleh agama ialah prioritas ilmu atas amal. Ilmu itu harus didahulukan atas amal, karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Dalam hadits Mu’adz disebutkan, “ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya.”

Saya bukan orang yang satu-satunya yang mendapat sms semacam itu. Dan sms di tersebut juga bukan satu-satunya yang bernada sama.

Ree Sha, teman saya yang lain, berkomentar; “aku juga kemarin dapat sms mirip-mirip gitu nyut … (ora ngormati wong tua banged kieh nulis newt dadi nyut ). Atau Tatang Bae Lah dalam komentarnya juga menanyakan bagaimana kalau ada sms semacam itu.

Nah jadi dari tulisan ini saya ingin mengaskan bahwa saya tidak main-main dengan akta ‘Demi Allah’ itu, karena saya memang tidak tahu artinya. Kedua kepada siapa saja yang tahu tentang bagaimana menyikapi sms tersebut dan semacamnya mohon memberikan pencerahan. Biar orang yang masih belajar seperti saya ini tidak kesasar kemana-mana.

Eh, yang tentang bos aang yang menuliskan komentar di status facebook saya itu yang berbunyi; eh boleh percaya boleh tidak….aku dapat iklan senilai Rp 1.250.000 hari itu juga! (naksudnya setelah kirim sms tersebut), saya pikir itu urusan lain. Di luar esensi pembahasan tulisan saya ini.

Terakhir, yang terpenting menurut saya adalah; kita tahu apa yang kita lakukan. Tahu cara melakukannya, tau ilmunya serta tahu maksud dan tujuannya. Katanya neh ilmulah yang membenarkan niat dan membetulkan perbuatan yang akan dilakukan.

Ditulis di Istana Ciku, Senin 4 Januari 2009. Selesai pukul 21.48, setelah sempat terhenti sebentar karena Nak Baby Ciku Callysta bangun karena kegerahan, maklum kamarnya tidak berpendingin ruangan.

Menulis

Posted on: Juli 27, 2009

Saya sadar saya rapuh. Saya sadar saya lemah, tapi saya tahu saya punya kekuatan besar untuk membuat saya kuat dan luar biasa!

Seorang teman pernah menulis di status facebooknya tentang kebenciannya terhadap orang yang menulis kata-kata bijak di status facebook. Saya sempat memberikan komentar, bertanya seperti apakah kata-kata bijak itu? Sayang kebenciannya sudah pudar, sehingga dia tidak bergairah lagi untuk membalas komentar saya.

Sebelum saya memberikan komen pertanyaan tentang seperti apakah kata bijak yang dimaksud, saya menuliskan komentar dengan membuat pertanyaan “kenapa kita tidak memberikan energi positif kepada orang lain?” Sepertinya teman saya masih terbawa emosi, sehingga dia juga membalas komentar saya dengan ‘serius’.

Di facebook, tentu orang bebas mau nulis apa aja. Mau nulis tentang kegelisahan, rasa senang, bahagia atau bahkan rasa benci seperti yang diungkapkan teman saya itu (saran saya seh tidak menulis hal-hal negatif). Juga bebas mau menulis kata apa saja, termasuk kata-kata bijak, yang dibenci teman saya itu yang sampai sekarang saya tidak tahu kata-kata bijak yang dimaksud itu seperti apa.

Saya juga sering menulis hal-hal yang tidak penting di status facebook. Tidak ada yang melarang bukan? Wong facebook itu gratis kok. Kita bisa melakukan apa aja dengan barang gratis bukan? Hanya saja saja lebih memilih menulis hal-hal yang positif di status facebook saya.

Bukan karena saya sok, tapi kondisilah yang membuat saya jarang mengganti status. Saya seringkali baru mengganti status facebook sehari sekali, bahkan sampai beberpa hari tidak diganti. Selain tidak punya ide, juga tidak ada kesempatan. Wong saya tidak punya laptop yang bisa ditenteng kemana-mana dan bisa kontek internet di mana-mana. Apalagi punya telepon pintar  yang bisa kontek internet. Saya hanya mengandalkan internet di rumah yang
kecepatannya kayak kura-kura, dan nunut di kantor istri saya. Namanya nunut, makainya juga terbatas. Harus tahu diri.

Selain kondisi tersebut, saya juga berkeyakinan bahwa menulis itu akan berpengaruh pada kehidupan kita. Terlalu jauh mungkin. Tapi yang jelas berpengaruh pada daya ingat kita.

Waktu jaman SMP dulu, saat tes saya sering membuat contekan. Tapi contekan itu pada akhirnya tidak saya gunakan. Bukan karena takut sama pengawas, tapi ternyata apa yang saya tuliskan di kertas contekan itu, saya  inget.

Mungkin begini, saat membuat contekan, kita membaca buku, kemudian menuliskan ringkasannya di kertas cetakan yang biasanya berukuran ramping dan memanjang. Saya tidak pernah menuliskan contekan di paha,
seperti teman-teman cewek saya pernah lakukan.

Nah saat pertama kali membaca, mata kita sudah menyampaikan pesan yang dilihat dan ditransfer ke pikiran kita. Namanya juga membuat contekan, tidak semua materi yang ada di buku disalin semua. Yang penting-penting saja. Ini proses kedua di pikiran kita. Kemudian kita menuliskannya. Saat kita menuliskan, apa yang kita tuliskan itu secara tidak sadar dikirimkan lagi ke  pikiran lagi. Jadi minimal tiga kali nyangkut di pikiran apa yang kita tuliskan tersebut.

Itulah kenapa saya nulis status facebooknya ‘jayus’, ‘basi’ yang saya anggap hal positif.

Selain karena keyakinan tentang menulis itu tadi, saya juga sadar bahwa saya orang yang rapuh dan lemah, gampang nyerah dan seabreg hal negatif lainnya. Yang di lain sisi sebenarnya seperti apa yang diungkapkan orang, bahwa setiap orang punya GIANT POWER dalam dirinya. Dan itu bisa kita bangkitkan dari pikiran kita, dari apa yang kita yakini.

Jadi saya memilih menulis yang positif, saya tidak muluk-muluk biar orang lain ikut mendapat pengaruh positif dari hal (yang saya anggap) positif yang saya tuliskan di status facebook. Saya hanya pengen menumbuhkan, menjaga dan memelihara semangat dan hal positif dalam diri saya. Kalau ada orang lain yang terpengaruh sukur. Kalau tidak ada, paling tidak saya telah menumbuhkan keyakinan positif dalam diri saya.

akhir-akhir ini saya disibukan oleh ulah seorang anak perempuan. ada-ada saja ulah anak itu. minta gendong lah, minta main kuda-kudaan lah, minta dibeliin sepeda lah. saat dia minta gendong, saya jawab, “memangnya saya mbah surip.

itu tentu saja bukan cantika callysta aisha. wong anak saya yang cantik jelita itu baru bisa muter-muter di atas kasur dan guling-guling hingga jatuh. dia adalah anak tetangga yang tiap hari main di istana ciku, rumah kami. jarak rumahnya dan istana ciku itu memang hanya terhalang satu rumah.

dia sebenarnya anak baru di komplek kami. orang tuanya baru menempati rumah itu sekitar satu bulanan. tapi semenjak menempati rumah baru itu, anak perempuan kecil yang sekarang baru masuk tk itu sudah slanang-slonong masuk istana ciku.

awalnya risi juga, namanya anak kecil, kadang banyak ulahnya. pegang ini lah itu lah, ya walau tidak ada barang berharga di istana ciku, tetep saja rasanya risi. tapi lama-lama malah keasikan sendiri.

maksudnya lumayan buat hiburan. istri saya dan asisten rumah tangga keluarga ciku sering ngerjain dia. ditanyain macem-macem, sampai diajarin warna dengan warna yang salah. maksudnya kalau dia pakai baju merah, istri saya menyebutnya hijau, dan sebagainya. ya dia manut aja, wong dia belum tahu warna apalagi angka.

“tamba ngantuk,” ujar asisten rumah tangga keluarga kami.

sekarang tambah jadi deh ulah si perempuan kecil yang yang mempunyai nama sebut saja ‘syasya’ itu. kalau sore saya anter istri saya bekerja, dia minta cium tangan. kalau sore setelah kami datang kembali, dia menyambut dengan ceria dan ‘lendotan’ di kaki saya.

“kaya bapaknya aja nih syasya,” kata saya saat syasya lendotan.

“ke bapaknya aja ga gitu om,” ujar pengasuh syasa yang kata mommy ciku mirip mantan saya itu (mommy ciku terlalu!)

tapi memang gitu kelakuan syasa, tadi sore malah, sebelum saya berangkat ngater istri saya bekerja, saat saya bermain bersama callysta, datanglah si syasa itu. langsung deh dia mencari perhatian, dengan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas punggungku yang memang sedang berbaring telungkup di atas perlak bersama callysta.

sambil terus becanda, kami juga sesekali memalingkan pandangan ke televisi. kebetulan lagi ada acara musik hits di rcti. saya memang suka nonton acara begituan, dari dahsyat kalau pagi, hits siang hari, sampai mantap di sore hari.

mungkin karena saking banyaknya acara musik kayak begitu, jadinya lagu-lagunya familiar di telingan siapa saja. tidak hanya orang-orang seumuran saya, dari orang tua hingga anak-anak banyak hafal lagu-lagu band-band atau penyanyi dewasa.

saat saya memalingkan muka ke televisi itulah muncul lagunya the dance company, papa rock n roll. menyanyilah kami bersama. ternyata syasa juga hafal lagu itu. tapi saya tidak menyanyikannya persis, tapi memlesetkannya beibeh menjadi syasa.

‘papa ga pulang syasa, papa ga bawa uang syasa’

menurut gsoyip yang saya denger dari istri dan asisten rumah tangga ciku, papah syasa itu adalah seorang pemain turntable. dia memang jarang di rumahnya sini. kadang di bandung kadang di bali. tergantung lagi ada acara di mana.

saat kami menyanyikan lagi itu dengan diplesetkan ke syasa, sepertinya syasa kerasa. dia tertunduk sambil ‘nguwel-nguwel’ ujung perlak.

“waduh cilaka,” kata saya ke istri saya yang lagi siap-siap mau berangkat.

tidak menunggu lama, akhirnya saya mencoba membuyarkan syasa.

“gendong apa syas? sini gendong,” kata saya ke syasa.

“kalau ngga kuda-kudaan aja, ayo naik.” kata saya lagi ke naila sambil pasang posisi kuda.

ternyata trik ini berhasil, syasa dengan malu-malu naik ke punggung saya. dan beraksilah si syasa. mulai dari menutup saya, sambil beraksi layaknya menunggang kuda. “waduh anak kecil ini kok, lancip bener pantatnya,” teriak saya.

tapi syasa cuek, dia malah semakin menjadi dengan memegang kuping saya dan menariknya sambil terus lunjank-lunjak di atas punggung saya. di depan saya callysta memperhatikan dengan seksama. sepertinya dia cemburu. dia mulai ngiak-ngiuk (berkata-kata, tapi dengan bahasa bayi) sambil lambenya jebaw-jebew tanda mau nangis.

sambil tetap ditungganggi syasa saya mencoba menenangkan callysta. memperhatikan dia lagi, seteleh beberapa saat dicuekin.

“waduh repot bener, brasa sudah punya anak dua!” teriak saya sambil mengakhiri permainan itu dan bersiap berangkat mengantar mommy ciku yang baru punya anak satu.

Idealis

Posted on: Juli 14, 2009

“Apa kamu masih idealis newt?”, begitu tanya temanku pada suatu sore ditengah obrolan yang ngalor-ngidul ga jelas. Masih kata saya tanpa ragu.

Idealis menurut kamus adalah orang yang mempunyai cita-cita yang tinggi, penganut paham idealisme. Sedangkan idealisme sendiri adalah cara bertindak sesuai dengan yang diidamkan. Sederhananya, kata saya kepada temen saya itu, kalau lampu merah walaupun baru sedetik ya berhenti. Jangan diterjang aja.

Menurut saya menjadi idealist itu bukannya sok suci. Tapi dengan kita bertidak sesuai dengan yang diidamkan ( bisa dikatakan semestinya) itu adalah demi kebaikan kita juga.

Contoh, jangan membuang sampah sembarangan. Kita pasti tahu dong, akibatnya kalau sampah dibuang sembarang. Saluran air macet, got mampet, bau! Atau kalau hujan datang, karena saluran air mampet, air meluap. Banjir dah!

Berhenti pada saat lampu merah menyala misal, itu bukannya baik juga buat kita. Kan sering banged tuh, di pertigaan jalan kampus, hr bunyamin deket fisip ngunsud, main terjang aja. Akibatnya apa, hampir tabrakat, untung ga tabrakan.

Sore itu, saya sama temen saya itu membicarakan masalah jualan untuk mendapatkan uang. Menurut saya jualan itu juga harus melakukan hal yang semestinya. Menurut saya, dalam berjualan, kita sebagai penjual, tidak semata-mata meraup keuntungan, tapi bagimana agar si pembeli juga merasakan manfaat sesui dengan nilai yang telah dia belanjakan.

Saya merasa ngga enak pada client kalau tidak melakukan pekerjaan yang tidak semestinya. Saya sering sharing dengan partner saya, mohammad hasbi. “Bi kita evaluasi, kayaknya yang kita lakukan kemaren kurang sip. Bagaimanapun kita memegang amanah,” kata saya waktu itu.

Apa si baiknya mengerjakan yang semestinya itu? Hal ini menurut saya sebenarnya akan berpulang kepada diri kita juga. Misal kita jualan buku kumpulan soal, soal-soalnya sesuai dengan yang standar, dilayout dengan cantik, dikemas dengan rapi tentu yang beli akan seneng. Karena mereka menerima manfaat sesuai dengan nilai yang dia keluarkan. Ujung-ujungnya, pelanggan puas, insya Allah, tuh pelanggan pasti akan beli produk kita lagi. Ini yang disebut kontinyuitas.

Customer ga akan kapok beli produk kita. Lain halnya kalau kita ‘membohongi’ customer. Barang jelek dibilang bagus. Isinya buruk, kemasannya dibikin cantik. Disampulnya ditulis sudah sesuai standar, padahal isinya jauh. Saya juga kalau kalau ngejual iklannya Daily QNews, saya bilang jujur apa adanya. Daily QNews kalau di Knite City si nomer satu, tapi di daerah Freedom Voice lebih unggul.

“Kalau misal kita mengerjakannya sekedarnya, bisa saja  dampaknya kurang, klien kita merasakan hal itu, lalu mereka mengadakan evaluasi,  bisa-bisa kita diputus kontraknya,  yang rugi kan k ita juga,” crocos saya.
Pada dasarnya semua orang baik. Pasti ketika dia berbuat hal yang negatif, berbuat bohong misalnya. Hati kecilnya ga akan terima. Itu menurut saya loh. Boleh ga percaya, boleh ga dibaca. Dan penerapan kata idealis di sini mungkin juga kurang tepat. Mohon dimaafkan.

setelah saya perjuangkan sekian lama, akhirnya sabtu (27/6) kemarin kartu identitas sebagai warga negara indonesia itu kumiliki. hanya dengan mengeluarkan lima belas ribu ‘saja’ saya sudah resmi menjadi warga klahang, sokaraja.

kalau dihitung, sebenarnya biaya yang telah saya keluarkan lebih banyak dari itu. saya dua kali, bolak-balik cilacap untuk ngurus surat pindah dari catatan sipil. saya juga sebenarnya sudah membayar uang ‘tahu beres’ kepada pegawai kantor keluarahan. tapi uang itu ternyata tidak dikembalikan walaupun yang saya pesan (ktp + kk) tidak kunjung saya dapatkan dari mereka.

setelah mereka tahu, kalau ternyata dengan syarat-syarat seadanya yang saya punya, mereka tidak bisa memenuhi pesanan saya, mereka mengembalikan berkas-berkasnya. hanya berkasnya saja, tidak uangnya.

maaf saya sedang tidak mempermasalahkan uang yang kira2 (maaf saya lupa pastinya), lima kali lipat biaya resmi buat ktp dan kk di kecamatan.

biaya yang harus saya keluarkan untuk mendapatkan ktp dan kk kemarin itu sebenarnya juga tidak segitu. maksudnya harusnya hanya 12.500, tapi petugas meminta saya untuk mengisi kas seiklasnya. jadinya saya genapkan saja menjadi 15.000. saya ngisi kas kecamatan sebesar 2.500.

sudahlah, saya tidak akan mempermasalahkan semua itu. salah saya juga tidak cepat-cepat mengurus langsung setelah saya pindah rumah.

yang penting kini ktp itu sudah ada di dompet saya. saya bisa minjem film atau buka rekening bca dengan menunjukan tanda penduduk itu.

satu hal yang juga penting, dan ini yang memotivasi saya untuk membuat ktp adalah bahwa ktp itu salah satu syarat kunci agar saya bisa mempunyai legalitas perushaan yang segera akan saya buat. senin besok insya Allah saya akan segera mengurusnya.

tapi maaf juga saya sampaikan kepada istri saya, karena hanya ada nama daddy (CASKIM) dan baby (CALLYSTA AISHA CASKIM) di dalam kartu keluarga itu. nama mommy belum tercantum. daddy tidak punya maksud buruk, tapi daddy memang tidak bisa bernegosiasi agar bisa meloloskan mommy mendapatkan ktp dengan syarat yang tidak lengkap.

saya lagi suka lagu ini. ngga suka-suka banged tapi cukup menghibur. tidak bagus memang, lha wong suara penyanyinya, si olga syahputra aja pas-pasan. tidak beda jauh lah dengan suara saya. kayaknya juga dia menggemari penyanyi yang juga tidak beda dengan saya, rhoma irama.

saya memang sudah lama penasaran dengan lagi ini. karena sudah sekitar dua atau tiga bulanan yang lalu. si olga ini dikabarkan, digosipkan dan dikoar-koarkan oleh rafi ahmad dan luna maya di acara andalan mereka dan acara yang membuat saya sering telah berangkat kerja, dahsyat.

lagu ini kabarnya dibuat oleh charly st 12. band yang saya suka juga. walau kadang digugat istri saya. bukan karena saya suka sama bandnya, tapi karena syair-syarinya katanya. menurut istri saya syair-syairnya sedih-sedih. coba aja tengok dahan dan ranting , halah, judul-judul lagunya, ada jangan pernah berubah, cari pacar lagi, saat terakhir. sebenarnya saya juga sukanya bukan karena syairnya tapi karena menurut saya musiknya pas di telinga dan jiwa saya.

bah lagu itu dilounching kemaren, tanggal 24 maret. saat ulang tahun pertama dahsyat. ya lucu deh lagunya. syairnya lebih pendek dari lagunya melly goeslow, i just wanna say i love u. kalau lagunya bunda melly (sebutan rafi dan olga untuk melly goeslaw), terdiri dari7 kata. ini cuman 2 kata.

tidak tahu juga apakah lagu hanya single. satu doang maksudnya, bukan berupa album. karena sekarang kayaknya bebeberapa pembuat lagu ngandelin yang konsep begitu-begitu juga (sok tahu). soalnya kayaknya dengan adanya RBT, kalau penyanyi atau musisi cuman nelorin satu lagi aja, dan lagunya disukain pasar, baik itu pasar tradisional ataupun pasar modern, penghasilan dari RBT aja kabarnya tidak kalah dengan mereka mengeluarkan album.

by the way, saya ngga suka yang ribet-ribet. ngga sok serius-serius atau sok berkualitas. saya sih tuh lagi mau bagus, menurut musikalitasnya, suaranya, tampang penyanyinya, atau tidak. kalau tuh lagu pas di telinga saya, ya saya nyanyiin aja.

saya habis ini mau download lagunya olga syahputra di sini. pasti suda ada yang upload di 4shared.com. kalau nanti ada uang ya saya pasang NSPnya. semoga lagu ini tidak digugat istri saya. walau lagunya melow. hantu lagi judulnya, hancur hatiku.

ngga kan mom? daddy ngga hancur kok hatinya. daddy bahagia bersama mommy and baby. daddy happy being ciku family!

callysta aisha caskim atau yang biasa dipanggil baby ciku, eh itu juga belum tentu dijawab lho. kadang dia dipanggilnya baby, kadang callysta tergantung suasananya. halah malah kaya lagu stephanynya titi dije.

kini cewek cantik berdara majenang magelang ini genap berusia 1 bulan. tangisnya selalu menghiasi malam dan siangnya rumah mungil kami. kesibukan juga jadi tambah sekarang. kalau biasanya cuman berdua di rumah. bahkan rumah sering kali ditinggalkan penghuninya. kini mommynya 24 jam menemani buah hati kami.

samapai sekarang saya sebagai daddynya belum menemukan duka. semoga begitu seterusnya. bukan berarti saya tidak ngapa-ngapain. saya sering dipipisin. dieein. tapi saya tidak marah. saya seneng. walaupun saya belum bisa mandiin. masih ngandelin si mbak.

kalau sekedar ganti popok sih keciil. apalagi cuman bersihin eeknya, gampang itu sih. wong saya menidurkannya saya juga sudah bisa. kalau nangis gampang, ambil lakban tutup mulutnya. ya enggak gitu lah. saya nyanyiin. mumpung nih baby belum bisa membedakan suara mana yang sumbang dan yang cempreng. saya sering nyanyi untuk berusaha menenangkan dan menidurkannya.

salah satu lagu andalannya adalah timang-timang milik anang dan krisdayanti yang saya ubah syairnya

timang-timang, babyku sayang, tenanglah tenang daddy sayang baby.

kalau engga lagu terkeren dan temutakhir miliknya olga syahputra. hantu, hancur hatiku. syairnya saya ganti aja sekenanya. karena itu lagu juga cuman ngandelin dua kata, hancur dan hatiku. saya juga hanya menggunakan dua kata, baby dan cikuku, baby cikuku. atau saya kadang menambagnya dengan daddy i love u.

baby baby baby cikuku baby baby baby cikuku baby baby cikuku baby baby baby cikuku daddynya lap u.

beresdah. si baby pasti terlelap tidur. tentu saya bukan karena dinyanyiin lagu itu. tapi setelah ditetein mommynya.

kehadiran baby ini, hanya sedikit mengganggu jam tidur saya. biasanya baby ciku kalau tidur ngompol. saat itulah baby nangis. kalau udah gini, saya kadang mengganti popoknya. atau sekedar memangkunya kemudian nyanyiin lagu yang tadi. kalau sayanya ngantuk banged, saya ambil saya si baby cantik callysta itu dari box, setelah diganti popoknya, saya tidurkan disamping saya. saya tidur, ngga tau callysta tidur atau ngga.

kegiatan satu lagi adalah, menjemur. hampir setiap pagi sekitar jam 7.30 mpe jam 8an saya menjemur baby ciku sampai kering sehingga siap untuk digoreng. seneng deh rasanya keliling komplek sambil menggendong baby ditemani istri tercinta.

saya tidak sabar baby cepat besar. kemudian jalan-jalan di gor atau di moro. ketemu teman-teman dan dengan bangganya saya yang masih muda dan imut-imut ini menggendong bayi. tak terbayangkan senengnya. sekarang  baby baru masih cuman bisa nangis kenceng, ngempeng dengan seksama dan dalam tempo yang lama.

saya bersyukur juga masih saat usia saya masih 26, saya sudah punya keturunan. jadi insya Allah neh, saya punya waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu baby ciku lebih banyak. artinya walau saat ini ekonomi saya masih senen-kemis, semoga lambat laun baby itu bisa jadi pemacu.

kalau menurut orang, anak bawa rejeki. sehingga banyak anak banyak rejeki. menurut saya seh bukan begitu. tetep punya anak itu membuat saya mumet. tapi memang punya anak itu jadi punya tanggung jawab untuk mencari rejeki lebih giat. karena punya tanggungan si baby.

hey baby, selamat ulang bulan. cepat besar sayang. nangis aja yang keceng, nanti daddy nyanyiin lagunya bang haji rhoma irama atau ridho rhoma.

– harunya catatan ini diposting kemaren, tapi berhubung kemaren libur, jadi saya ngga ke kantor istri saya. jadinya ya mau posting di rumah ngga bisa. wong ga ada koneksi internetnya. mudah2an ga sampai awal udah ada –

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,531 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.