Q Newt

ga pede

Posted on: April 22, 2007

sampai aku nulis judul di atas sebenarnya aku masih bingung mau posting apa. bahkan untuk merangkai kalimaat saja aku tidak bisa. berkali-kali aku ketik lalu kudelet lagi. saat aku mau posting, dalam benakku muncul pemikiran; apa yang mau kuceritakan ya?, dengan gaya seperti apa? nanti jadinya bagus ga ya?. sampai sekarang aku sebenarnya masih minder kalau liat postingan orang-orang. tulisan mereka bagus. bagus? ya bagus paling tidak menurutku. “bagusnya gimana?” kata temenku heran. contoh paling dekat adalah blognya juni. “memangnya kenapa blognya juni?” tanyanya lagi sambil mengernyitkan dahi.

sebenarnya aku udah jarang buka blognya juni sekarang. bahkan aku lupa alamat blognya apa. tapi yang masih aku inget tulisannya “berisi.” ga sekedar cuap-cuap ga jelas kayak aku. “berisi gimna sih perasaan biasa aja?” juni bertanya balik kepadaku suatu waktu, saat aku mengomentari blognya. dari segi isi, tulisannya memang berbobot. tulisannya juga enak dibaca. ini mungkin menyangku gaya penulisan kali ya, penuturan. ah ga tau deh. yang jelas enak untuk diikuti. mudah untuk dipahami.

tidak hanya sampai di situ, kenapa aku jadi ga pede kalau mau posting. bukan hanya blognya juni saja yang bagus. aku sering membaca blog orang-orang. blog-blognya temennya mba upi atau punya mba upi sendiri. sumpah blog mereka bagus-bagus dengan gaya mereka sendiri.

sebab lain yang kadang menganggu pikirannku adalah orang-orangnya juga. orang-orang yang punya blog yang aku bilang bagus tadi. juni misalkan. “mas kenapa mesti juni sih contohnya?” tanya anto yang berada di sebelahku yang sedang belajar komputer. “apa bagusnya dia?,” tambahnya ngotot.

“juni! iya ya kenapa harus juni?,” aku balik bertanya pada diriku. dengan cepat pikiranku memproses pertannyaanku. aku kayaknya bukan orang yang piawai untuk menerangkan alasan atau mendeskripsikan sesuatu deh. tapi aku coba, paling tidak untuk menajawab pertanyaannya anto yang sudah tidak sabar menunggu. “cepet mase jelasna knapa? aja muter2 bae?,” anto setegah memaksa dan setengah kesuh.

menurutku juni keren. “kerenpeng kali.” ceplos anto sambil nyetel nicky astria (ih jadul banged si seleramu). iya keren. keren, iya keren. “lha mas aku sih ngomong kaya kue tenyeng, tulung dijelasna keren kue kepriwe,” desak anto. pertanyaan anto yang ngotot membuatku pusing. dan memaksaku untu terus berfikir.

juni adalah seorang redaktur halaman cilacap tentu saja di harian umum radar banyumas tempatku ngode. “ngode? dolan kalee.” cletuk seorang wartawan, temenku. oh iya bentar baidewey selamat ya jun sudah jadi espede. semoga cepat menikah. “mas ucapannya ga nyambung,” kata anto yang lagi nyetel lagu malaysiaan (halah ndesa temen!).

juni itu dulunya aktif di LPM Bhaskara (pake bh atau b tok ya?), pers kampusnya UMP, Oyod Suketh, kalau ditempatku dulu kuliah. aku ga tau kariernya dia di bhaskara gimana. tapi selain juga aktif di bhaskara dia juga pernah menjabat sebagai presiden BEM UMP. keren mbok? seorang presiden tentu saja bukan orang sembarangan., ga tau kalau presindennya negeri tetangga. harus perpengetahuan luas, cerdas, taqwa dan trampil (basi!).

“ngasih contoh aja mungkur siji tok mas, liyane jajal. men kesane objective gitu?” crocos anto yang setia mendengarkan ceritaku. iya to mengko disit, ora sabar temen seh. tapi deneng koe ngomonge mandan abot, nganggo objective-objective segala. ngerti ora mangsude kue? sit sit kue deneng jan lagune isabela. masya allah.

emm. chubby. ya pria yang eeem… ganteng sih ora patiya jane. tapi berkarakter. keliatan kalau dia cerdas. “keliatan darimananya mas, kaya dukun bae.” masih kata anto. aku juga sebenarnya lupa nama blognya dia. tapi waktu aku baca blognya dia dulu, emang berisi. cubby juga redaktur di radar banyumas. dia sering banged diskusi masalah yahudi dan yang gitu2 deh. pengetahuannya emang luas. lah wis lah emang mereka keren.

hal-hal yang ga jelas seperti itulah yang kadang membuatku ga pede kalau mesti ngeblog. ah sa bodo teing. kalau gitu terus gimana mau maju. “maju gimana maksudnya mas, maju kena mundur kena apa,” eh anto masih juga di sebelahku.

ya. kalau kita hanya mikirin “blogku nanti sebagus punya mereka ga ya” kapan selesainya. yang ada malah aku ga ngeblog-ngeblog. ga belajar-belajar. ga pinter pinter. mereka juga bagus aku pikir prosesnya panjang. “yang jelas mau belajar mas, ga kayak kamu baca aja ga pernah,” temenku sewot.

ya udah. sekarang yang penting aku ngeluarin apa yang ada dalam pikiran. kalau cara penuturan di blog ini jelek, ya memang segitu kemampuanku. dah masa bodo mereka mau bilang jelek atau ngga. yang penting aku praktek sekarang. praktek nulis.

ah gitu dulu ya. pusing juga neh. mau nyuci sepatu yang tinggal satu-satunya. yang sudah sobek di sana-sini. selamat hari minggu aja deh. selamat berlibur. segera saya akan posting lagi.

add.
tadinya aku mau ngedit tulisanku ini. paling tidak missing wordnya. tapi udah ah males. apa adanya aja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: