Q Newt

dari bataknews.wordpress.com

Posted on: Juni 22, 2007

hari jumat kemaren, 22 juni 2007, menghabiskan waktu di kantor kubuka wordpress.com. ini seperti sudah seperti kegiatan wajib sekarang ketika aku pertama kali buka opera. kuketik situs itu. karena bahasa inggrisku tidak bagus, maka kupilih yang bahasa indonesia saja.

Ada tiga pilihan di sana; Blog Menit Ini, Blog Hangat Hari Ini, Tulisan-tulisan Terhangat Hari ini. kupilih beberapa yang menarik, hingga sampailah aku menemukan bataknews.wordpress.com. blog milik seorang wartawan dengan satu istri dan dua anak. tiga anak seharusnya tapi yang pertama dah meninggal.

sungguh blog yang bagus. dan sangat mencerahkan. terima kasih bang jarar. pasti aku akan menantikan tulisan-tulisan terbarumu. eh yang pertama pasti akan kulahap tulisan-tulisanmu yang sudah kamu buat.

dan hari ini, sambil menunggu mentari menghangatkan pagi kubaca lagi blogmu. dan kuambil satu artikel yang ada di bataknews.wordpress.com.

Nasihat untuk Pacar dan Suami-Istri

[dewi lestari; bataknews; prosa “gaul”]

Cintailah pacar atau pasangan hidupmu tapi jangan miliki mereka, apalagi sampai menguasai.

Itulah hikmah yang kupetik usai membaca prosa pendek Dewi Lestari Simangunsong yang lebih dikenal dengan nama pena Dee; dalam bukunya, Filosofi Kopi. Mohon izin kepada Dee, tulisan anda pada 1998 ini, Spasi, kukutip di BatakNews. Bukan untuk tujuan komersil — karena sedikit rupiah pun tak kuperoleh darinya — namun hanya ingin berbagi “pencerahan dan kebebasan” yang telah Dee temukan dalam hidup.

Spasi.
Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring. []

Iklan

2 Tanggapan to "dari bataknews.wordpress.com"

rumah tangga adalah keluarga yg paling dekat dengan lingkaran spiral tujuan dari 2 tubuh,2 jiwa,2 hati,2 jantung berikrar menjadi 1 keluarga,1 tujuan,1 bapak rmh tangga, 1 ibu rumah tangga.bila keduanya menjadi rumah siapa yg jad1 tangganya,bila keduanya menjadi tangga siapa jadi kepala rumahnya.
1 kata kunci biarlah cermin dan bukan kaca polos,cermin memantulkan phisik kita,namun kita sadar bahwa cermin juga memantulkanapa yg ada dalam hati serta jiwa kita menjadi tampak jelas,kaca polos memberikan gambaran diri kita sumir2,tidak begitu jelas,kepolosan sepertinya tidak begitu penting,berkelana membutakan kepolosan kita,berkelana mengajak kita untuk mencoba sesuatu yg tidak realistis,berkelana membuat kita ingin bebas seliar2nya tanpa mendengar bimbingan dari kepala org lain,karena kepala kita bertabur obsesi,nafsu,emosi,cita2 tanpa cita rasa terhadap orang yg ingin mengiring (bukan menggiring) ketangga tujuan ikrar dan janji.
terkadang atas nama emansipasi,mandiri,harga diri,gengsi
sehingga terasa dibendung dan merasa tersandung.
hidup memang pakai hati tetapi harus hati hati,pindah hati dengan ikrar dan janji jangan sampai berkali2.

mohon maaf tanpa menyinggung persaan siapapun.apabila ada kemiripan dengan tokoh ini hanya fiktif belaka,ini hanya untaian kata2 biasa yng mencoba mengurai-ngurai kata

ETIKA ADAT BATAK memiliki Nilai-nilai Moral Universal, menjadi prinsip utama dalam setiap mendirikan dan membangun keluarga Suci dan Kekal, yang RAJA. ETIKA ADAT BATAK adalah MUDAR NA MAKKULING. Dalam setiap Keluarga yang telah dipersatukan Roh Allah disaksikan dengan Symbol Ekaristi Kudus berupa Ulos Hela dari Mertua Laki-laki, membuktikan Satu-kesatuan yang Tunggal dan Suci Perkawinan Adat Batak sebagaimana Maria dan Jusuf teladan Keluarga Suci, Kudus dan Kekal. Maka, Setiap keluarga Wajib melakukan Etika Adat Batak untuk mempertahankan Perkawinan yang dilakukan berdasarkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, perkawinan itu Suci yang dibuktikan pula dengan Sacrament Perkawinan Kudus (Holy Family For Ever) Thanks, Best Regards, Manatap Ambarita, Lawyer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,783 hits
%d blogger menyukai ini: