Q Newt

sayang…

Posted on: Agustus 26, 2007

tidak ada maksud apa-apa sebenarnya. “ga mungkin lah!” spontan temanku ngomentarin. iya sih sebenarnya ga mungkin banged, seseorang melakukan sesuatu itu tidak ada maksudnya. demikian juga dengan apa yang kulakukan saat ini (posting).

maksudku tidak ada masud yang berat. ringan aja. pertama pengen belajar nulis. kamu tahu aku bukan wartawan, tapi setidaknya keinginanku untuk bisa nulis kan tidak salah. lagian apa harus wartawan aja yang bisa nulis. kamu tahu juga beberapa kali aku membaca tulisan si bos (dahlah iskan), ko ya enak banged gitu ya dibacanya. kalau untuk menjadi seperti dia sepertinya ga mungkin. lagian kenapa harus jadi seperti orang lain. jadi diri sendiri aja.

kedua, biar blogku ga sepi aja. maksudnya ga mlompong ga diposting. ketiga, mencoba berbicara pada diri sendiri sebelum kemudian saya akan bicara padamu.

begini, tentang temen lamamu yang mempunyai eo itu sudah kita bahas sebelumnya. tidak sengaja di atas motor tadi sepulang kita dari kebun stroberi kita membahasnya lagi. pada obrolan tentang hal itu sebelumnya kamu juga mengakui bahwa bagaimanapun si dia menggunakan nama ra***, dibelakangnya.

pada bahasan tadi siang di atas motor itu, kenapa kamu mengelak. kamu bilang dia bersaing dengang wartawan lain lah. kamu bilang dia bagi-bagi duit lah. kamu juga bilang dia tidak menggunakan nama ra*** di belakangnya. bahkan kamu bilang bahwa yang dimintai ijin itu tidak tau kalo sid dia wartawan, apa tidak kontra produktif dengan statemenmu yang menyatakan dia itu bersaing dengan pa a, pak b yang profesinya sama.

mendengar itu aku langsung menggelengkan kepala. dan dengan tegas ku katakan “stop it. apa bedanya dia dengan mas j****. giliran dia dipuji, pas mas j**** di caci. maaf saya tidak mau mendengarkan pendapatmu lagi.”

ada alasan kenapa aku ga mau mendengarkan penjelasanmu lagi. ternyata sulit memang untuk memandang seseorang itu seobjektif mungkin. aku sebenarnya tidak mau berprasangka buruk. tapi setidaknya penjelasanmu tadi itu ngeles. ngga ngeles gimana, pembahasan yang sama bisa mengomentarinya berbeda dengan sebelumnya. bertolak belakang malah.

ah sudahlah sayang, sekali lagi. ga usah diperdebatkan lagi tentang ini. tapi sebaiknya kita itu objektif. ga cuman aku  yang mestinya nyingkronin omongan sama tindakan. kamu juga sayang. sebaiknya lebih objetiflah menilai seseorang itu. ya walau mungkin ini sulit. aku juga tidak tau ko tadi statemenmu berbeda dengan pas waktu kita membahas hal yang sama tempo hari.

ah sudahlah. kalau kamu memang idealis. tunjukkan sayang keidealismeanmu itu. jangan cuman koar-koar doang. yang penting adalah tindakan. yang penting itu membua perubahan kongkrit, jangan cuman ngomentarin lalu ngiprit.

ah sudah. aku tidak pandai mengungkapkan pendapat. maaf ya sayang sekali lagi. kalau menilai seseorang secara objektif itu susah. sudahlah, ngga usah menjelekan orang. yang mesti dipegang menurutku adalah belum tentu orang yang dianggap kita jelek itu lebih buruk dari kita. dan belum tentu juga kita ini lebih baik dari orang yang kita anggap jelek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: