Q Newt

bulan puasa, saatnya ngaca!

Posted on: September 27, 2007

walaupun sekarang tivi telah menjadi penyebab hilangnya kesyahduan berasaur, paling tidak ini menurut dalang edan, sudjiwo tejo, seperti yang telah ditulis ulang oleh bang jarar di sini. tapi bagaimanapun tetap saja saya ini nonton tipi yang bukan punyaku. sembari menemani adik sepupuku bersaur. dan memberikan semangat juga untukknya agar belajar berpuasa. “jelas lah yang kau plototin itu bukan tipimu, lha wong kamu orang numpang ko,” temanku nimbrung.

benarlah temansaya itu. saya memang selama tinggal jauh dari orang tua, ikut om/paman/mamang/paklik, di sokaraja. rumah orang tua saya ada didataran tinggi kecamatan majenang, tepatnya desa septanunggal, kalau tidak salah rt05 rw01 atau kebalik saya, sudah lupa. teman-temanku menyebutnya negeri di atas awan.

sebenarnya tidak terlalu tinggi desa kelahiranku itu. aku tidak pernah menghitung berapa dpl-nya. tapi yang jelas untuk meraihnya harus melewati bukit-bukit, sawah-sawah, jalan-jelan di tepi tebing, hutan jati atau hutan pring (bambu).

selain itu, jalan menuju ke sana tidak dapat kujelaskan dengan kata-kata di sini. “kaya apa aja mas, ga bisa dijelasin dengan kata2, parah banged ya?” cletuk temanku yang masih ikut nimbrung aja.

tidak terlalu parah, hanya aspal-aspal jalan sudah tidak nampak (hiperbolis). banyak lubang di sana-sini. besarnya juga bervariasi. ada yang panjangnya 2 meter ada banyak juga yang lebih kecil dari itu. ada juga yang lebarnya sekitar 1 meter tidak sedikit pula yang lebih lebar atau lebih kecil dari itu. tapi yang jelas tidak ada yang persegi panjang. semuanya tidak berbentuk. tidak terdeteksi apakah lubang-lubang di jalanan itu berbentuk jajaran genjang, kubus, segitiga sama kaki atau segitiga bermuda.

“pulang ke tempat sendiri aja susah,” kataku suatu haru ditengah perjalanan pulang beberapa kilometer sebelum nyampe rumah. “seperti kali sat (kering)”, komentar agus pepi saat dia berkunjung ke tempatku. kondisinya memang sperti itu. kalau hujan, tentu saja genangan air di mana-mana.

“kalau suatu hari kamu menikah dengan si marsitolmu itu di majenang, aku ga kondangan, titip saja,” kata bos aang suatu waktu dengan muka sangat semena-mena.

boss aang itu sebenarnya salah paham tentang letak tempat asalku. dia sama sekali belum pernah ke tempatku. dia hanya pernah bareng mas doddy, coy dan aku pergi ke agen koran kita, radar banyumas yang terbesar di barlingmascakeb itu, agen karto pawiro. dan karto pawiro itu bukan di majenang tapi di sidareja. jauh banged kan? tapi memang jalan ke sidareja aja, jangankan buat boss aang yang bawa badan saja susah, buatku aja pergi ke sana membuat trauma tersendiri. padahal setiap bulan aku harus pergi ke sana. dan tentu saja aku menunggangi kekasihku yang sangat kucintai, jupe guwe! kasihan banged deh tuh si jupe.

satu harapanku, setelah pilkada selese nanti jalan-jalan ke pelosok-pelosok bisa diperbaiki. pilkada cilacap sebenarnya sudah selese. pilkadanya sudah dilaksanain minggu kemarin tanggal 9 september. pemanangnya adalah pasangan bupati incumbent ProboYulastoro (maaf bila terjadi kesalahan dalam penulisan nama dan gelar, maklum saya bukan warga cilacap yang baik) dan Tato Pamuji, yang nota bene orang majenang.

pasangan Probo-Tato menang atas Fatimah-Sayidi tapi tipis. seperti tissue. hanya selisih 2,76%. Pasangan Probo-Tato memperoleh 51.338% dan pasangan Fatimah-Sayidi memperoleh 48,62%. Hal ini berbuntut kekecewaan rivalnya. diberitakan Radar Banyumas, Koran Terbesar di Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cialcap dan Kebumen), kubu Fatimah datangkan Ruhut Sitompul.

dalam grafis Radar Banyumas menyebutkan Memori Keberatan Kubu Fatimah ke KPU Cilacap :
1. Karena data yang digunakan dalam Pilbup ini adalah data pemilihan presidan dan legeslatif tahun 2004.
2. Tidak dicantumkannya para pemilih dalam daftar pemilih.
3. Termohon tidak memberikan surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara kepada pemilih terdaftar. Kasus ini ditemukan di Kelurahan Gumilir Kecamatan Cilacap Utara,Desa Binangun Kecamatan Binangun, Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya dan Widarapayung Wetan Kecamatan Binangun.
4. Adanya sejumlah pemilih yang suaranya sudah diambil pemohon sehari sebelum pilkada digelar. (Radar Banyumas, Rabu 19 September 2007).

aku juga tidak ngerti siapa yang salah siapa yang benar. aku ikut Dewi Dewi aja, mungkin begitu salah begitu benar. yang jelas memang kondisi cilacap dalam status waspada seperti dikatakan Kapolres Cilacap Wira Wijaya. bagaimana nasib rakyatnya ya? apa nanti harapan agar jalan ke rumahku bisa dihotmix bisa terwujud. hah dihotmix? capee deeh!?

ya sudah toh sekarang saya tidak tinggal di desa saya. saya numpang tinggal di tempat mamang saya. Ya karena ga mungkin juga kan kerja di Radar Banyumas yang beralamat di Jl. Soepardjo Roestam 88, sedang aku tinggal di majenang gunung itu. Kalau setiap hari bolak-balik bisa-bisa tua di jalan aku ini.

dari desaku ke majenangnya (kota maksudnya) cepat-cepatnya ditempuh dengan waktu 1/2 jam. dari majenang ke kantor Radar, 1 1/2 jam. bagaimana bisa kerja dengan baik kalau sampai kantor sudah cape dan ngantuk duluan. Bukannya nanti kerja malah tidur mulu. Kalau gitu gimana bisa cepet maju, lha wong kerja aja tidak efektif. Banyak waktu terbuangnya, dijalan yang lama plus tidurnya juga pasti bakal lama. Bisa-bisa putuslah aku dari Radarku ini.

Mangkanya itu kali ya, aku jadi mikir waktu ada salah iklan rokok gudang garam yang temanya bulan puasa ini. yang ada anak perempuan kecil, mengadu kepada ayahnya kalau salah satu temannya di sekolah suka ngegosip. dengan kesalnya mengeluhkannya kepada ayahnya, saat mukanya nampak ketus itulah sang aya kemudian menggambil gambar anaknya itu, kemudian menunjukkannya kepada sang anak.

ya puasa ini memang bukan semata-mata ritual tahunan bukan? ada benarnya pesan yang disampaikan iklan itu, puasa adalah waktunya untuk introspeksi, ngaca. ngelihat diri sendiri.

sudahkan aku yang bekerja ini, bekerja secara efektif. memanfaat waktu secara maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kita. untuk merampungkan tugas-tugas yang ada. atau kerjaku asal-asalan. asal selese. ga peduli itu dah memenuhi standar apa tidak. tidak peduli yang kita kerjakan itu mempertimbangkan ke depannya atau tidak.

tentu saja ini akan menjadi perenungan buatku.

blog ku ini memang blog2an. blog untuk konsumsi pribadi. sekedar catatan harian siempunya. tidak ada catatan bermutu seperti dalam blognya bang jarar misalnya, yang sudah menjadi menu harian. blog yang mesti kubaca setiap postingannya.

blog saya juga tidak dicita-citakan menjadi blog yang bisa menjadi blog top seperti blognya berita heboh yang menuai konflik dengan si hoex.

harusnya tulisan ini aku posting tanggal 19/9. tapi karena saya (sok) ga punya waktu, karena kebanyakan blogwalking baru sekarang aku sempat ngepostnya.

Iklan

1 Response to "bulan puasa, saatnya ngaca!"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,784 hits
%d blogger menyukai ini: