Q Newt

no more marsitol!

Posted on: Oktober 25, 2007

sekarang juga, tidak ada lagi marsitol. maaf saya tidak akan memanggilmu lagi. tidak menyimpannya dalam ingatanku apalagi dalam hatiku. tidak! no way!

akan kubuang jauh-jauh. sebelumnya akan sobek-sobek dulu. kemudian aku bakar. baru deh abunya aku buang jauh. “lha memangnya kenapa mas?” tanya temanku. lha itu nama nameless banged. ngga mencerminkan orangnya sama sekali.

“lagian, kenapa marsitol?” tanya temanku.

nama itu aku ambil dari lagunya bang bend, siti marsitol. waktu itu sebenarnya aku tidak tahu itu pas atau engga untuk memanggilnya. tapi karena waktu dia bingung untuk memanggilku dengan sebutan apa, maka aku juga ikut-ikutan bingung. hingga sembarangan aja, aku menggunakan marsitol untuk memanggilnya. sontoloyo banged gue!

“tapi bukan k****loyo kan?” cletuk temanku. sial sembarangan aja lu!

maaf bang ben, saya sempet nyomot nama itu dari lagumu untuk memanggil kekasihku tercinta. tapi sekarang kukembalikan lagi. lagian nama itu emang ga pas banged buat memanggilnya. hanya satu yang pas, lagumu lucu. dan dia juga lucu. selebihnya kan ngawur.

bodinya ngga langsing botol, jarinya juga tidak seperti bortol. rambutnya seh emang kriting, tapi ngga keriting-keriting amat. ngga seperti si juki. dan ngga ambrol juga!

dia juga tidak suka makan cendol, mungkin kalau .. ah! emang dia suka isep jempol, kayaknya ngga! juga tidak suka makan odol, dan tidak suka ngompol juga. tapi dia emang sedikit gendut walau tidak bahenol. tapi dia udah janji ko mau ngusir anakkonda yang ngelilit perutnya.

jadi apa bagusnya memanggilnya dengan sebutan marsitol?

sista. aku pikir itu lebih berwibawa. lebih bermakna. lebih menunjukkan rasa cinta, rasa hormat dan lebih dewasa, itu yang penting!

marsitol, apaan!. nama tanpa makna. “lha emang nama situ ada maknanya mas,” tanya temanku! lha biarin, apa trus kalau satu ngga ada makna yang lain mesti dibentuk tak bermakna juga. bukankah kita mestinya menciptakan hal yang lebih baik dan lebih baik lagi.

orang tuaku misalnya, walaupun dia sangat sembarangan ngasih namaku. tapi beliau tentu saja menginginkan kehidupan lebih baik anak2nya.

“emang iya mas orang taumu ngasih nama kamu sembaranga?” tanya temanku ragu.

emm ngga juga seh, walaupun terkesan nameless tapi sebenarnya di situ ada satu petunjuk bahwa c dari nama depanmu itu menunjukkan bahwa kamu lahir hari selasa.

“taunya?” temanku makin penasaran.

ngga tau persisnya, tapi itu menurut itungan jawa. jadi orang2 desa di tempatku itu memberikan nama pada anaknya sesuai hari lahirnya.

“sebentar mas, yang saya bingung, lha nama mas sendiri apa seh sebenarnya,” temanku memotong penjelasanku dengan semena-mena.

“emmm, caskim!” jawabku singkat, malu-malu dan setengah ragu untuk menyebutkan nama itu.
“siapa mas, raskin!?” tanya temanku setengah tak percaya.
“jadi waktu itu, kamu lahir pada waktu ada pembagian raskin (beras untuk orang miskin), gitu mas?” tanya temanku lagi.
“bukan raskin dodol, CASKIM!” jawabku sewot.
“hah caskim, apan tuh. nama kok caskim, emanya ngga ada yang laen apa?” kata temanku putus asa karena mendengar namaku.

caskim. iya itu namaku. sampai sekarang aku tidak tahu apa makna di balik nama itu. aku juga tidak pernah menanyakannya pada bapak atau ibuku. aku pasrah aja menerima kenyataan. lha mau gimana lagi, orang itu nama ga bisa diapa-apain ko. diubah ngga bisa, paling-paling ditambah-tambahin biar ngga wagu.

waktu nyari iklan misalnya. mas jarot yang waktu itu manajer iklan, dengan semena-mena menambah maja jenar dibelakang namaku. jadinya caskim maja jenar. mas jarot kan pastinya mikir, ni nama ndesa banged seh. udah ngga menjual, kemungkinan juga ga meyakinkan.

kata mas jarot, terserah percaya atau ngga, karena aku juga setengah tak percaya, bahwa maja jenar itu diambil dari kata majenang. majenang itu nama kota kelahiranku. lengkapnya mengenai penjelasan tentang maja jenar itu nanti aku tanyakan lagi ke mas jarot.

tapi bodo amat. toh dengan menyandang nama itu, aku sekarang masih tetep bisa hidup. dah hampir 25 tahun malah. tepatnya desember dua satu nanti. tidak pernah menemukan masalah. ya sedikit masalah aja, harus nyebutin beberapa kali biar jelas.

“jadi namamu memang ngga ada maknanya ya mas,” tanya temanku makin putus asa.

paling tidak ada satu hal yang aku tahu. bahwa huruf c pada awal namaku itu menunjukkan bahwa aku lahir hari selasa. sebenarnya, tepatnya hari selasa manis. ngga tahu bagian nama mana dari namaku itu yang menunjukkan bahwa aku lahir pada hari pasaran manis. mungkin m diujung namaku kali ya.au ah gelap. biarkan itu menjadi misteri aja. hahaha!

begitu orang-orang di desaku ngasih nama pada anak-anaknya. tapi seh sekarang ngga kayaknya. namanya udah bagus-bagus. adiku aja namanya ahmad akbar (ini tidak salah ketik. memang akbar bukan albar).

kalau ibuku, nenekku atau beberapa generasi aku dan orang-orang sebelum aku. namanya masih sejenis denganku. pake nama sesuai weton.

tapi neh ya, aku sama hari lahirnya lho dengan big boss, dahlan iskan. selasa manis. semoga suksesnya juga sama ya. bukan nasibnya, yang mesti ganti hati. amin!

kembali ke marsotol itu. sekarang, tidak akan lagi kupanggil dirimu marsitol. dan plis, tolong banged neh, ngga usah deh dengan bangga kamu menggunakan nama marsitol kalau kamu komen di blognya orang.

pakelah sista. bagus bukan? berwibawa, dewasa, dan lebih bermakna. [buat si sista itu, kalau kau masih memanggilku tomato, aku tidak akan protes. aku suka kok. suka kalau kamu yang mengucapkannya]

no more marsitol, wellcome sista!

Iklan

15 Tanggapan to "no more marsitol!"

Tanggal 21 Desember nanti si Kenyut ngadain pesta….

Makan-makan….

@mbelgedez
bukan kenyut. bacanya kinyut. kamu, tambah namaku jadi tambah ndesa aja. itu udah aku kota-kotain.

hidup qnewt !!!
the one and only !!!

@felix radioholix
apa sih koe!

padahal bagus tuh marsitol vs Caskim 😆
kiddin bro

hay,,numpang nampang doank

@’K
ah masa sih mas. jadi malu neh.
@arielaviggne
monggo. tapi ko kamu mau2nya nampang di blog ga terkenal.

caskim jadi tomato ?
btw, nama kinyut lumay antik juga… 🙂

maaf ya numpang beol! 😀 😀

@benbego
disiram ya. jangan ngi*** se-enggon2 lho.

The Caskim… wah keren tu bro kalo dibikin nama band… penjualan album bakal laris manis… secara lahirnya hari Selasa manis *ada hubungannya gak ya?*
*jalan bengong sambil garuk-garuk kepala*

@gimbal
bagusnya, aliran musiknya apa ya mas. jangan lupa nanti kalau udah ngeluarin album. direview ya mas.

alirannya PUNK-DUT.. Punk Dangdut!
pasti saya review… dan saya yakin The Caskim akan manngung di Woodstock… ‘cadas!’

@gimbal
hahahaha!

aku tetap mau pake nama marsitol. kalau dipanggil sista kesannya kayak kakak-adik (biar pun kita emang terlihat seperti itu). duh…kenapa ya kita ini repot mau memanggil satu sama lain? apa baiknya kita buat polling terbuka aja ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,783 hits
%d blogger menyukai ini: