Q Newt

Archive for Januari 2008

secara aku yang akan segera hengkang dari radar banyumas ini, tentu saja konsekuensinya harus cari penghasilan lain lagi untuk menutupi segala kebutuhan hidupku.

+ sebentar-sebentar, apa mara kok keluar?
– mau menikah?
+ lha dengan siapa kok hanya masalah menikah imbasnya harus keluar kerja?
– dengan upik warnida laili, pemimpin redaksi harian umum radar banyumas.
+ so?
– ya karena aku sekantor, berarti salah satu harus keluar?
+ kenapa kamu yang keluar?
– gajiku kecil. ga da sepertiganya upik. kalau aku yang bertahan, gajiku yang kecil itu sama sekali ga cukup untuk memenuhi kebutuhan kami berudua. boro-boro untuk berdua, untuk memenuhi kebutuhku saja, cengep-cengep.
+ means?
– ya sementara aku akan nunut hidup kepadanya?
+ ooo, oke deh, silahkan dilanjutkan.
– baik!

apa saja sebenarnya kebutuhan hidupku? bagaimana mengatasinya?

cicilan motor 410.000. telfon 180.000 (dari rata2 pemakaian beberapa bulan ini. dan ini bisa berkurang, kalau diirit). bensin 300.000 (dengan asumsi sehari 10.000). makan 300.000, sebenarnya bisa diminimalisir dengan numpang makan di tempat paman. perawatan motor 50.000. kebutuhan lain-lain; loundry, sabun dan teman2nya. 100.000.

berarti berapa tuh? masya Allah hampir 1.5 juat. bagiamana mungkin ini bisa terjadi? selama ini seh aku masih bisa mengatasinya. ya karena aku masih bisa nerima gaji bulanan dari radar banyumas. itu bisa untuk memenuhi motor dan bengsin serta telfon. tapi bulan depan dengan posisi jobless, bagaimana bisa semua itu kupenuhi.

siap-siap kere. kurus. kering. siap2 jadi gelandangan. btw, apa rencananya ya?

yang paling mungkin adalah mendapatkan sumber dana dari ikut menjadi tim radar junior keliling sekolah. dan bukan lagi menjadi project officer. karena menurut mba enggar, yang berkuasa di kantor ini, program itu milik pemasaran, dan harus dikembalilkan ke pemasaran. kebijakan pemasaran nanti mau diapakan? apakah akan dilanjutkan atau tidak. kalau tidak dilanjutkan, satu harapan saya pupus.

berapa asumsi pendapatan yang didapat dari radar junior kelililng sekolah itu. kalau bisa menyelenggarakan satu minggu minimal 3 peneyelenggaraan brarti aku akan dapat komisi 55.000 x 3 x 4 sama dengan 660.000. lumayan walau masih jauh dari pemenuhan kebutuhan.

lalu dari apalagi aku akan mendapatkan uang? entahlah. jadi AE, wah ini kayaknya terlalu muluk. walau sebenarnya sudah dipersiaakan dengan matang, sudah bilang ke mba susi, salah satu AE yang akan segera resign dari AE radar banyumas, sudah juga mengajukan maksud ke manajer AE (iklan), atau bahkan kepada direktur utama. walau semuanya setuju, tapi tetep keputusan ada di tangan yang kuasa.

enggar mulatsih selaku pimpinan perusahaan kelihatannya punya pandangan lain menyikapi masalah ini. dia bilang kalau aku tidak bisa semata-mata menggantikan susi, tidak bisa ngambil klien-nya susi begitu saja. kliennya susi, kalau dia keluar, berati milik kantor (radar banyumas), terserah kantor nanti klien itu mau diapakan. dibagi rata dengan AE2 yang lain atau bagaimana terserah kantor.

trus dari apalagi aku beraharap. sebenarnya aku berfikir bahwa aku tidak akan mati, tidak akan kehabisan akal untuk mendapatkan uang. tapi entahlah, bukannya ragu atau menyerah, tapi aku belum memikirkan secara matang tentang sumber2 yang lain. mungkin nanti setelah pada kondisinya, aku kan tertekan untuk mencari dana untuk memenuhi semua kebutuhan hidup.

+ selemat menikmati hidup kalau begitu, bukankan menurutmu hidup adalah menikmati hidup itu sendiri.
– ya. terima kasih.

Iklan

Untuk apa? Sepertinya setelah sekian lama memanjatkan doa, Tuhan menjawabnya. Hari ini Senin, 28 Januari 2008 Tuhan sepertinya memberikan tanda-tandanya. Oplah Radar Banyumas naik drastis.

Cikuciku pernah bernadzar, dia baru akan menikah kalau oplah korannya mencapai sekian ribu eksemplar. Dan hari ini setelah 9 tahun berdiri, Radar Banyumas mencapai prestasi yang cukup membanggakan, terutama bagi Divisi Pemsarann-nya Kenapa pasal? Ya itu tadi cetaknya hari ini mecapai angka yang cukup fantastis, yang belum pernah diraih dalam 9 tahun ini.

Maaf saya tidak menyebutkan angkanya. Itu rahasia perusahaan sepertinay.

Apa pula sebab? Karena Soeharto mangkat, karena kerjasama dengang Englih Course For Communication (ECC) Banjarnegara, karena Program Radar Junior Keliling Sekolah, maka oplahnya naik.

Selamat cikuciku, sebentar lagi kita menikah. Nunggu bulan Sura ini lewat.

[harusnya diposting kemaren.tapi internetnya radar error]

04.00
bangun. buat surat keputusan pemenang lomba. buat surat penawaran ke sekolah untuk 4 orang team saya. berkomunikasi sedikit dengan para expeditor. setelah dirasa beres ijin untuk pulang karena ngantuk banged kemarennya habis dari magelang naik motor mio sama CIKUCIKU ketemu calon mertua untuk memantapkan rencana. meminta kepada yang piket untuk berjaga sampai waktunya selesai. kemudian saya pulang menjerang hujan yang tinggal gerimisnya saja.

05.00
tidur. tidak shalat subuh. badan rasanya tidak karu-karuan. panas dingin tidak jelas. mata juga susah dipejamkan. tapi akhirnya bisa terlelap juga hingga jam di hape butut saya menunjukkan pukul 08.30.

08.30
masih tiduran dan ngumpulin nyawa. sms beberapa orang; agus owabong, saras sandi. di telpon oleh ustadzah febri dari al irsyad 2, dan janjian ke sana untuk memastikan waktu penyelenggaraan lomba mewarnai.

09.00
mandi.

09.20
berpakaian. dan siap-siap ngantor. udah telat banged sebenarnya. janjian dengan bu retno, kepala sekolah sd kedondong jam 9.00.

09.35
nyampe kantor. menata foto anak-anak sekolah sd kendondong yang akan dikonfirmasi untuk diterbitkan pada junior senin depan. printer tidak bisa merespon dengan cepat file cdr yang terlalu berat. membuatku tambah stress, dan mencari alasan untuk bu retno yang pasti sudah dari tadi menunggu. terselesaikan berkat bantuan mas ageus pepi.

10.15
ngeprint selesai. langsung nguprit ke sd kedondong bareng saras sandi (sardot). mengemukakan alasan. memberikan seditik umprukan, basa basi. dan menyampaikan maksud.

10.35
urusan di sd kedondong selesai. langsung menuju sd al irsyad.

10.55
nyampe di al irsyad. langsung di sambut antusias oleh ustadzah  febri. basa-basi. negosiasi di tambah bumbu umpruk, menyepakati untuk mengadakan lomba mewarnai hari rabu jam 07.00-09.00. dengan peserta 515 siswa (ini seluruh siswa minus kelas 6).

11.25
selesai urusan dengan al irsyad. hengkang dari situ, kemudian pergi makan di SA (Selera Asal) Madrani. Pesen makanan dan ngobrol serius dengan sardot.

11.55
selesai makan dan pergi ke kampus untuk ngambil motor kesayanganku yang tadi pagi dipake oji. tidak banyak basa-basi langsung saja kuminta konci dan stnk yang ternyata masih di trapas. langsung ngiprit  menuju kantor. harus nyelesein format kertas mewarnai, pikirku.

12.05
pergi dari kampus menuju kantor. membeli bensin di pom bensin pancurawis. nasib kalau motor habis dipinjem mahasiswa; bensin empty. masih untung motor pulang dengan utuh.

12.25
nyampe kantor. rekap uang. shalat.

13.20
mbuat desaign kertas untuk mewarnai.

15.10
berangkat ke percetakan.

15.25
mbuat master [paper plate].

15.55
beli kertas.

16.20
nyampe percetakan dan pesan besok jam 10, jadi. 

16.35
nyampe di tempat sardot, dukuhwaluh. langsung ke maksud dan tujuan dengan membangunkan sardot yang sedang terlelap. membongkar tumpukan koran bekas. menyeduh adem sari, ngemet rambutan, dapet satu. ngobrol bentar.

16.50
berniat mau pulang. merasa sudah tidak betah, tempat sardot bukan tempat yang bagus. tempat sensitif. meminta sardot menghubungi guru kenalannya untuk mencari infor uan sd dan tetek bengeknya. belum sempet sardot telp. aku sudah di telp duluan, tepat pukul 16.51. akhirnya aku berohong, tidak bilang di tempat sardot. tapi saya bilang sedang di pinggir jalan, 15 menit lagi nyampe kantor.

17.10
nyampe depan kantor. langsung menuju tempat agung [wedang hik]. pesen minum, makan nasi kucing, makan mendoan dan udud, setelah sebelumnya sms CIKUCIKU, memberitahukan aku di tempat agung [kasantri].

17.30
selese nongkrong di tempat agung, ditemani CIKUCIKU. pergi ke kantor dan shalat ashar.

17.50
pergi naik mio. makan. ngambil cucian di londri. pulang kantor.

18.40
nyampe kantor. shala magrib. ngode.

19.45
pulang. tidur.

22.10
bangun tidur. pergi kantor.

22.25
nyampe kantor. ngeblog. melayani mas teguh. pemasang iklan.  beli esteh.

lidahku rasanya kering. badanku panas. kepalaku pusing. badanku tentu saja lemas. kakiku sekitar dengkul bengkak. sakit kalau dipaksa jalan.

aku sakit. dengkulku keseleo.terkilir.

kejadian yang sulit juga kujelaskan. padahal aku hanya berdiri, di depan kaca rumah kostan marsitol. melihat apakah celana yang membungkus tubuh bagian pusar ke bawah sampai kaki cocok kupakai.

sepertinya sedikit melar. maklum saja, celana 45.000an. seharga langganan koran radar banyumas selama satu bulan .

aku sempat terjatuh waktu itu. sepertinya posisi tulang bagian atas bergeser ke bagian kiri, keluar dari posisinya. sempet tidak bisa berdiri, perlu marsitol memegangi tanganku untuk berusaha tegak lagi.

tadinya tidak kuanggap serius. aku masih bisa mengadakan negosiasi dengan pak agus, owabong terkait dengan kerjasama penyelenggaraan Radar Junior KUMPUL BOCAH, Mei mendatang.

masih bisa pergi makan, juga jumatan. tapi siang, kaki terasa sakit sekali untuk digerakkan. aku memutuskan pulang. tidur, istirahat.

di rumah aku baringkan tubuhku. nyaman sekali rasanya tidur di kasur kamarku yang kondisinya tidak karuan. tapi, untuk menidurinya paling banter aku bisa seminggu sekali. selebihnya aku tidur di mana aja. di kursi kayu, ruang percetakan, mushala. atau di kost temen (yang ini sebulan sekalipun selit kulakukan).

seteleh bibi dan mamang (paman)ku, kasihan melihatku susah sekali jalan. mereka memanggilkan tukang pijat. menjeritlah aku menahan sakit saat kakiku dipijat.

sebelum itu tubuhku memang terasa panas. kerasa sekali kalau suhu badanku tidak normal. setelah dipijat kondisi kakiku bisa dikatakan mendingan. aku sebenarnya mengumpat tukang pijat itu. tukang pijat itu seperti puas kalau pasiennya kesakitan, pikirku.

malemnya aku masih bisa menyelesaikan kewajibanku, bekerja. bahkan tidur sampai malem bgt, nunggu infro kondis bapak pembangunan yang sedang sakit. beberapa agen sudah ada yang menghubungi untuk ditambah kiriman korannya kalau-kalau mantan penguasa orde baru itu berpulang.

sabtu pagi, aku dengan tertatih masih bisa mengadakan hearing dengan pihak faber castell yang hendak mendukung acara yang sedang kami helat, radar junior keliling sekolah.

masih dengan kondisi kaki yang susah untuk jalan. aku mengantarkan si marsitol pergi ke bengkel, dandan motor. setelah selesai aku memutuskan untuk pulang, dan istirahat lagi.

saat jam menunjukkan pukul 17.30 aku putuskan untuk mandi. keramas. aku selalu keramas kalau mandi, rambutku rentan banged berketombe kalau tidak pake sampo.

saat mandi itu, kepalaku terasa pusing. berat. badanku dingin. dan itu yang kurasakan sampe sekarang.

tapi tentu saja kau haruis mengkondisikan semuanya. aku akan ikut marsitol pulang ke magelang. ibnya baru pulan haji. ga ngormatin banged sebagai calon menantu tidak ikut menyambut kedatangannya.

semoga malam ini suhu bandanku normal. kakiku besok membaik. agar nanti tidak merepotkan di sana. bisa gawat kalau di sana aku masih sakti, atau menunjukkan aku sakit. harusnya rewang-rewang, malah nanti mereka harus juga ngurusi aku yang sakit. bikin repot aja. atau cuekin saja sejenak nanti aku diana. ga papa seh.

atau perisapan dari sini harus matang aja kali ya? maksudnya aku harus mengikuti saran ibu kost si marsitol, pijit di orang yang sudah terkenal di seantori purwokerto. atau mengkuti saran boss aang untuk pijit di tempat langganan dia. padahal aku sudah pijit.

ah, istirahat aja malam ini. berdoa semoga besok sembuh. amin.


It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,763 hits