Q Newt

Archive for Februari 2008

 kepada yang terhomat: – mba susi (redaktur Junior), – mas asidi (redaktur KELILING SEKOLAH) maaf jika tulisan (profil sekolahj) yang kami buat membuat kalian repot. membuat kalian pusing. membuat kalian tambah kerjaan. sungguh kami tidak bermaksud demikian. kami hanya menjalankan tugas. entah tugas dari siapa, ini hanya satu cara kami agar koran yang kami jual laku.

kami memang bukan wartawan, kami memang hanya penjual koran dari sekolah ke sekolah. hanya karena kami (terutama saya) sok saja sehingga namanya sok keren, Team Radar Junior Keliling Sekolah.

sekali lagi saya mewakili temen-temen penjual koran yang dengan sok-nya menggunakan identitas layaknya orang Radar Banyumas, memakai pakaian dengan tulisan “Radar Banyumas Goes to School” di punggung baju kami yang berwarna hitam, dengan ketulusan hati dan kerendahan diri kami, meminta maaf kepada semua pihak.

***

ya, sepertinya saya memang sok. sok peduli dengan ingin membantu menaikkan oplah koran radar banyumas yang katanya sudah 23.000 (DUAPULUH TIGA RIBU). suatu angka yang fantastis untuk ukuran barlingmascakeb.

iya saya memang sok, sok peduli. lha orang2 yang saharusnya mempunyai perhatian lebih untuk meningkatkan oplah koran juga biasa aja. saya paham, sebenarnya tidak ada program jualan koran dari sekolah ke sekolah, radar banyumas itu sudah besar. sudah dikenal seantero barlingmascakeb.

orang-orang pengiklan juga sudah peracaya dengan kredibilitas radar banyumas. kenapa saya sok repot keliling sekolah, mengenalkan koran. “apa iya kamu sok repot?” tanya temannku. lalu kalau tidak sok repot apa namanya?

“bukankah kamu memang butuh uang, sehingga musti jualan koran dari sekolah-ke seolah?!” kata temanku tegas.

***

terakhir maaf. kepada semuanya, terutama mba susi, mas asidi. setelah ini biar wartawan-wartawan kalian saja yang menulis profilnya. kami memang bukan wartawan, tidak bisa menulis. kami hanya penjual koran. maaf juga pada mas heni, laporannya jadi amburadul. maaf juga pada mas dodi, manajemen pemasaran, hasilnya tidak memuaskan. kepada yang kuasa, hasilnya tidak sesuai dengan yang dibicarakan waktu saya ngajuin program ini. tidak ada pemasukkan uang untuk kantor dari program ini.

maaf, semoga setelah ini lebih baik. NB. maaf juga untuk Pemimpin Redaksi Radar Banyumas yang kena semport anak buahnya.

atas nama Team Radar Junior Keliling Sekolah (?).

Caskim, Projet Officer (?).

Iklan

Belakangan hari ini, frekuensiku memegang kepalaku yang berambut pendek ini sedikit meningkat. Agung sang pemilik resto (baca wedang hik) depan kantorku (eh bukan lagi kantorku deng), seringkali memperingatkanku untuk tidak sering-sering memegang kepalaku. “Urip wis mumet, aja ditambah mumet,” begitu katanya. Kata-kata ini mirip lirik lagunya Slank.

Ada apa gerangan, kenapa aku terlihat mumet. Pertama, karena aku diterima menjadi bagian dari orang-orang Account Executive (baca: iklan)-nya Radar Banyumas, sebagai konsekuensinya aku mesti nginvest uang sebesar 4 jeti. Aku menyanggupinya ketika ditanya Mba Fani, sang manajer iklan di depan temen-temen AE senior. “Maret minggu kedua,” ujarku dengan mantap waktu itu. Walau masih bingung sebenarnya siapa yang akan ‘kurampok.’

Kedua, sebentar lagi menikah. “Lha kenapa memangnya kalau menikah,” tanya temenku. “Jelas permasalahan duit lah, dari mana aku mengumpulkan duit untuk biaya pernihakan,” timpalku. “Bukankan menikahkan adalah tugas terakhir orang tua?” tanya temenku ngeyel.

Tentang pernikahan itu, jujur aku tidak mau merepotkan orang tuaku. sudah begitu banyak hal yang kulakukan sepanjang hidupku yang membuat mereka repot. Jikapun itu bisa dimaklumi, satu harapan mereka mereka agar aku ‘menjadi orang’ pun belum terwujud.

Ketiga, masih terkait dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Aku sebagai orang yang belum  jelas pekerjaannya (baca: pendapatannya) tentu saja harus memeras otak lebih keras untuk mencari sumber dana.

Selain sedikitnya tiga hal itu yang membuatku pusing, memikirkan solusi dari permasalahan di atas juga membuatku pusing. “Seperti inikah hidup yang sesungguhnya itu,” kataku dalam  hati.

Sekarang ini, kutulis potingan ini, sebagai upaya untuk meminimalisir upaya tanganku untuk  memegang kepala yang terlihat bundar ini. Mencoba untuk menguraikan permasalah dan mencari jalan keluarnya. Karena sesungguhnya (menurutku) tidak ada yang bisa memberikan solusi atas permasalah kita selain diri kita sendiri.

Mencoba mengurai benang bundet. Masalah pertama, tantang empat juta itu. Jujur sampai sekarang sebenarnya saya belum bisa menemukan jalan untuk mendapatkan uang sebesar itu sampai minggu ke-2 maret mendatang. Entahlah yang bisa kulakukan sekarang adalah, pertama; yang paling realistis adalah nyeriusin Radar Junior Keliling Sekolah. Paling tidak aku bisa memnuhi kebutuhan bulananku.

Hal ini tentu saja aku harus rajin, ulet, kerja keras, sabar tentu saja. Dan yang tidak kalah penting juga adalah kerja yang setrategis, efektif. Misalnya aku harusnya langsung saja nembusin ke KaHIMPAUDI, atau KaIGTKI. Membagai waktu juga tentu saja.

Agar pemenuhan kebutuhan bulanan berjalan dan menjaga kepercayaan manajer iklan yang memberiku kepercayaan menjadi bagian orang iklan, aku mestinya bisa membagi waktu. misal. aku nembusin HIMPAUDI atau IGTKInya 1 hari dalam seminggu tapi harus dapat minimal 4 HIMPAUDI atau IGTKI. Dapet kesepakatan lho ya bukan hanya sekedar ketuk pintu dan basa-basi.

Jika penyelenggaraan lomba mewarnainya, padat selama satu minggu atau minimal 5 hari, harus dimulai segasik mungkin. maksimal selesai jam 10. jadi setelah  itu bisa muter2 nyari klien iklan. jam 10 sampai 15 dipergunakan untuk masukin proposal iklan dan mengadakan negosiasi-negosiasi dengan yang akan masang iklan. intinya ngurusin jam segitu itu ngurusin iklan.

itu mungkin yang paling realistis. tidak tahu juga sebenarnya.

tentang biaya menikah itu. entahlah. aku tidak dapat solusinya. mungkin aku harus cuek aja. masa bodo orang tuaku merasa terbebani untuk mengeluarkan biaya pernihakan, walau ‘sekedar’ ongkos transport dari majenang ke magelang. karena tentu saja aku hanya akan melangsungkan akad nikah doang. tidak kepikiran untuk mengadakan resepsi. tentang mewujudkan harapan orang tuaku agar aku ‘menjadi orang’ akan kulakukan sambil jalan saja lah.

tentang pemenuhan kebutuhan itu. ya seperti yang kuungkapkan tadi itu. hanya pemenuhan kebutuhaanlah yang paling realitistis yang aku lakukan.

pengen sebenarnya aku mewujudkan mimpi-mimpiku dengan segera. punya percetakan, bikin eo, biro perjalanan wisata. tapi seperti apa kata orang, semuanya tidak bisa diwujudkan semudah membalikan telapak tangan.

Lambat-laun lah. Asal aku yakin aku bisa, pasti bisa. terima kasih  kepada smua pihak yang bisa membuatku tertawa. ya, dengan tertawa setidaknya bisa mengendurkan urat-uratku.

“Tapi kalau sekedar tertawa bisa kan mas?” tanya temanku berusaha meyakinkan, yang juga masih harus kupikirkan apakah aku bisa benar-benar tertawa atau tidak.

Selamat menjalani hidup. Jalan ini masih panjang, masih banyak waktu tersisa coba kuatkan diriku. Jangan pernah menyerah!
Hidup Q NEWT.

“Someday, pasti kamu akan bisa mengatakan pada dunia, ‘It’s me, QNEWT!,’ begitu sahabatku,” kata temanku memberi dukungan.

“Terima kasih kawan!,” jawabku singkat dalam hati.

tadi jam 8.30 malem, keluargaku, ayah,ibu,adikku beserta istrinya juga anaknya, dan pamanku datang di rumah pamanku yang selama ini aku tumpangi. mereka ditambah keluarga pamanku yang di sokaraja ini akan mengantarkanku untuk melamar upik warnida laili, ciku-cikuku.

upik sudah pulang tadi sore. naik bis. kasihan dia. katanya di turunin di tengah jalan di purworejo. barusan aku sms, belum ada jawaban. belum masuk malah. sekaran aku lagi ngetik berita Radar Junior Keliling Sekolah. dan nunggu trapas dan tatang yang katanya mau malem mingguan.

tidak bisa kugambarkan perasaanku sekarang. yang jelas sebentar lagi aku akan menuju kehidupan lebih baik, semoga.

oh iya, tapi aku tidak mengijinkan iwan untuk nyanyi di pernikahanku nanti. walau di masuk 100 besar indonesian idol di calacap, tapi takut para undangan nanti ga nafsu makan.

sebenarnya sudah ada rencana sama temen-temenku [tatang, trapas, saras] malam minggu ini mau keluar. menghirup udara bersama, sesama lelaki dengan tanpa perempuan-perempuannya.

udah di rencanain sejak malam jumat kemaren waktu ngumpul di tempat tatang. ketemuan aja kita sampai kepengen. padahal seh ya ga lama-lama banged ga kumpul, paling satu  mingguan. tapi rasanya ikatan batin harus terus dipupuk.

udah kebayang senengnya bisa keluar bareng temen-temen. nongkrong di jalanan, udud2, ngupi2, muter2 purwokerto yang ga luas seberapa. trapas udah mau bantu minta ijin kepada pasanganku. tatang juga sudah oke. kalau saras sih ga masalah.

tak perlu trapas memohonkan ijin, kuberanikan diri untuk nembung sendiri. ternyata boleh. wah betapa senangnya. sekarang birokrasinya ga begitu berbelit.

siang tadi kita ketemu setelah nyelesein acara masing-masing. kita  mantepin niat kita untuk begadang, mumpung besok minggu. kita sepakati untuk keluar jam 10an. setelah semua membagi waktu dan perhatiannya dengan perempuannya masing-masing.

aku  juga sudah muter2 pwt, yang kayaknya semakin rame. jalanan penuh kendaraan baik roda dua maupun empat. tempat-tempat nongkrong yang berjamur juga penuh dikunjungi.  karena tidak menemukan tempat yang sreg di hati, akhirnya kami melabuhkannya di tempat biasa. agung hiks! depan kantor radar banyumas.

waktu nongkrong berdua sudah habis. perempuanku mesti ke kantornya, nyelesein pekerjaan. aku juga belagak ngitung-ngitung duit untuk penyelenggaraan try out. rencananya mau ngadain tryout unas sd. setelah ga lagi di radar aku memang kerja apa aja. dan rencananya saya dan temen-temen mau ngadain try out sd tanggal 1 maret mendatang, serentak untuk kabupaten banyumas.

saat mikir serius, sms dari dodi, si manajer pemasaran masuk. menyampaikan ajakan keluar dari feldi. aku oke saja. katanya feldi mau traktir. waktu itu aku berfikir, aku pasti nanti bisa bagi waktu seteleh nongkrong bareng feldi trus nongkrong sama anak-anak.

sebenarnya belum jelas feldi itu ngajak kemana. tapi sepertinya mau dugem. ah, ini yang susah. muka cemberut, mata sayu sudah terpampang di depanku. pake ngancam kalau ngalkohol mending ga jadi menikah. wah gawat mending ga keluar neh, dari pada ga menikah. aku putuskan untuk tidak ikut mas dodi nongkorng  bareng feldi. dan kutelpon saja trapas karena waktu udah jam 11an.

tatang tidak diangkat, saras juga. trapas susah di telp. telkomsel kalau malem sering error, menyebalkan. setelah mencoba lagi dan mencoba lagi, akhirnya connect juga ke tempat trap. dari ujung sana suara males2an seperti orang bangun tidur menyahut dan memberikan alasan sakit sehingga tidak bisa keluar. kampret!

tatang tidak kunjung diangkat setelah kuhubungi lagi. demikian juga saras. jadinya aku numpang ngenet aja di kantornya orang, mantan kantorku. baca blognya dian, tapi ga da postingan yang baru. ah menyebalkan. malam minggu yang cukup membuatku gerah!


It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,763 hits