Q Newt

tentang iklan itu

Posted on: Juni 19, 2008

jujur saya senang, ketika tiba-tiba saya mendengar akan mendapatkan uang sebanyak 3.780.000 (tiga juta tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah). gdubrag, tidak ngapa-ngapain, tiba-tiba dapet uang segitu. seneng, seneng banged malah.

tapi di sana, jauh dalem di dasar hati saya. saya kok mikir, itu duit dari mana. kok datangnya ke saya. kok saya yang harus dapat. apa iya itu uang buat saya. kok mudah banged dapat duit segitu banyak hanya ngankat telpon, telpon balik dan smsan.

rasanya kok ya gampang banged nggolet duwit. tidak usah ngapa-ngapain, ga usah muter2. berpanas-panas ria. bermandikan debu jalanan. mengetuk pintu kantor / toko satu ke yang lain.

kok ya hati ini sok-sokan ya. sok merasa ga enak hati. lah wong yang lain aja musti begadang, tidur duluwar di deket pintu masuk perumahan. lihat pak satpam perumahan griya karen indah 2. kalau aku pulang jam 2 bersama istriku tercinta. dia pasti lagi tertidur di atas kursi yang hanya cukup untuk mopang badannya dengan tidak lupa menutup kepala hingga kuping untuk menghalau dingin. lalu dia akan terbangun dengan (sok) sigapnya. karena harus memastikan siapa yang datang dan membukakan pintu gerbang itu.

lha wong, tukan buah di pinggi jalan itu mesti tidur di tempat. di pinggir jalan. bersama buah-huah yang dia jual. tanpa atap, hanya beralaskan matras. bukan matras malah. karung beras kayaknya. ngga tau deh dia mandi dimana.

atau tukang jamu yang keliling diperumahanku. menjajakan jamu dari satu komplek ke komplek yang lain. yang ga tentu juga siapa yang beli. dia mesti meracik, meramu dan menjajakannya.

lha saya lagi nonton tipi. telpon berdering. tiba-tiba. “mas ini dari lsm anu mau ngiklan setengah halaman warna brapa?” kata suara di seberang sana.

sekian kolom kali sekian mili kali sekian rupiaah diskon sekian jadinya sekian. lha gampang banged. ngga tahu dari mana kok beliaunya tahu nomer saya. saya juga tidak merasa masukin proposal iklan ke diya.

ah, itu mungkin sudah rejekiku. mungkin sebenarnya saya sudah melakukan usaha hingga orang itu tahu kalau saya orang iklan radar banyumas. jika pun kemudian itu ngga jadi ngiklan, itu mungkin bukan rejeki saya. lha wong saya aja ngga ngapa-ngapain kok.

bukankan untuk mendapatkan sesuatu itu harus bersaha dengan sungguh-sungguh. lha yang saya usahain sungguh-sungguh aja belum tentu dapet kok.

ya wis. terima kasih Tuhan atas semua yang diberikan. untuk menjadi apa yang aku inginkan tentu saja aku harus mengupayakan.

Iklan

4 Tanggapan to "tentang iklan itu"

Itulah kekuwatan bekerja dengan otak….

😆

weh keren..
*angkat tlp*
*tlp balik*
*sms*
kok aku enggak dapet uang??

Kayane aku rep sida ditraktir, nek ora nang bakso morman ya soto sutri 😉

@mbelgedez
iya bos. tapi aku esih urung bisa bekerja dengan cerdas
@ulan
telpon dan sms ke siapa mba
@sunarto
ulih2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mar   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,783 hits
%d blogger menyukai ini: