Q Newt

mengaplikasikan semua kemampuan

Posted on: November 25, 2008

brazil rupanya tahu kelebihan dirinya. lalu sangat fokus di bidang yang menjadi kelebihannya itu. brazil, dengan demikian, memang telah menerapkan doktrin dasar kunci untuk sukses: fokus di bidang yang menjadi kelebihannya.

begitulah tuilsan penutup Dahlan Iskan dalam catatanya yang pastinya terbit di semua surat kabar harian grupnya Jawa Post, termasuk radar banyumas tentu saja, Mencari Keringat di Pantai Copacabana.

saya jadi mikir apa ya yang menjadi kelabihan saya? “kalau oji jelas, kelebihan berat badan,” sms saya kepada istri saya, mommy ciku.

samapai beberapa hari mikir dari sejak saya membaca tulisan pak dahlan tanggal 22 november 2008 kemaren, sampai sekarang saya belum juga menemukan apa yang menjadi kelebihan saya.

bagaimana akan fokus kepada kelebihan yang kita miliki, lha wong tidak tahu apa yang menjadi kelebihan.

itu juga yang terjadi pada diri saya sekarang. saya sungguh tidak tahu apa yang menjadi kelebihan saya. kelebihan duit apalagi, tanggal 25 ini aja di dompet tidak ada uang sepeserpun, bahkan saya sudah bon komisi. memprihatinkan.

kalau saya pikir-pikir lagi, saya punya beberapa kemampuan. tapi semuanya rasanya standar-standar aja.

lobi-melobi, tidak mahir-mahir amat. sebagai seorang account executivenya radar banyumas tentu seharusnya saya punya kemampuan itu. bagaimana bisa meyakinkan klien kalau saya tidak bisa cuap-cuap, dan persuasif terhadap orang lain agar perusahaan mereka pasang iklan di radar banyumas. benar saja, kerap kali saya gagal mendapatkan iklan. tapi beberapa ada yang jadi juga seh.

cuap-cuap, saya sepertinya sebenarnya punya kemampuan ini, tapi ya standar aja. dulu saya pengen banged jadi penyiar, eh kesampaian juga jadi penyiar paduka fm walau hanya sekitar satu semester. cuap-cuap di depan umum saya juga seneng, like to be mc, punya kemampuan ini tapi yo, gitu deh. standar! jadinya paling jadi mc acara-acara kantor seperti acara syukuran dsb.

saya rasanya saya punya kemampuan mengorganisir orang, tapi tidak mahir-mahir amat. sekarang saya manfaatin kemampuan standar di bidang ini dengan mengorganisir temen saya untuk menjalankan proyek yang saya dapatkan.

saya juga punya kemampuan desain grafis. tapi tidak juga mahir. bisa-bisa doang. hanya bisa untuk mengerjakan hal-hal standar, like mbuat desain iklan. saya sebenarnya punya kemampuan diatas rata-rata temen saya yang sama-sama berprofesi sebagai account executive. menurut saya, desain iklan yang saya buat, lebih baik dbandingkan dengan yang temen-temen rekan ae buat.

apa lagi ya? paling tidak itu kemampuan-kemampuan yang saya miliki, yang tingkatnya standar. saya memahami itu. secara tidak sadar alam bawah sadar saya sepertinya bergerak sesuai dengan kemapuan-kemampuan tersebut.

permasalahnya sekarang, yang mana yang mesti saya perioritaskan untuk dikembangkan? dari menyadari kemampuan-kemampuan yang saya miliki ini, saya jadi banyak keinginan. pengen jadi mc lah, pengen punya perusahaan event organizer, punya usaha percetakan.

sementara ini saya, bisa mengaplikasikan kemampuan saya dalam hidup saya. saya masih bisa tetep nyari iklan, dapet tentu saja, malah lagi mau sedang nyari pesanan buku sekolah elektronik terbitan jpbook, selain juga saya ngurusin proyek, dan temen-temen saya tentu saja yang ngejalalin, ada juga saya dapat pesanan kalender. saat ini, hal realistis yan saya pikirkan adalah, bagaimana saya bisa menggunakan kemampuan saya agar menghasilkan, duit tentu saja.

saya tidak bisa hanya mengandalkan menjadi ae, karena nyatanya saya memang anggota ae terahir, sehingga saya ‘hanya’ kebagian turahan klien. sehingga hasilnya saya rasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri apalagi bisa nyumbang untuk kebutuhan keluarga.

kalau dengan mengaplikasikan kemampuan saya yang lain kan lumangyan, dapet dari bse, dari proyek, dari kalender. walau dikit-dikit, tapi sedikit demi sedikit kan lama-lama jadi bukit. dan yang jauh lebih penting, halal.

apa saya harus memfokuskan salah satu? atau tetap menjalankan semuanya, sejauh yang saya mampu? bingung saya, mengaplikasn saja atau mengoptimalkan ya?

Iklan

1 Response to "mengaplikasikan semua kemampuan"

Tenang boss….
Sabaaarrr…..

Nyang penting sekarang situh udah menunjukkeun kemampuwan situh mbikin anak.

Ya to ???

***kabouuurr….*** :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,783 hits
%d blogger menyukai ini: