Q Newt

Archive for the ‘Me and Myself’ Category

Menulis

Posted on: Juli 27, 2009

Saya sadar saya rapuh. Saya sadar saya lemah, tapi saya tahu saya punya kekuatan besar untuk membuat saya kuat dan luar biasa!

Seorang teman pernah menulis di status facebooknya tentang kebenciannya terhadap orang yang menulis kata-kata bijak di status facebook. Saya sempat memberikan komentar, bertanya seperti apakah kata-kata bijak itu? Sayang kebenciannya sudah pudar, sehingga dia tidak bergairah lagi untuk membalas komentar saya.

Sebelum saya memberikan komen pertanyaan tentang seperti apakah kata bijak yang dimaksud, saya menuliskan komentar dengan membuat pertanyaan “kenapa kita tidak memberikan energi positif kepada orang lain?” Sepertinya teman saya masih terbawa emosi, sehingga dia juga membalas komentar saya dengan ‘serius’.

Di facebook, tentu orang bebas mau nulis apa aja. Mau nulis tentang kegelisahan, rasa senang, bahagia atau bahkan rasa benci seperti yang diungkapkan teman saya itu (saran saya seh tidak menulis hal-hal negatif). Juga bebas mau menulis kata apa saja, termasuk kata-kata bijak, yang dibenci teman saya itu yang sampai sekarang saya tidak tahu kata-kata bijak yang dimaksud itu seperti apa.

Saya juga sering menulis hal-hal yang tidak penting di status facebook. Tidak ada yang melarang bukan? Wong facebook itu gratis kok. Kita bisa melakukan apa aja dengan barang gratis bukan? Hanya saja saja lebih memilih menulis hal-hal yang positif di status facebook saya.

Bukan karena saya sok, tapi kondisilah yang membuat saya jarang mengganti status. Saya seringkali baru mengganti status facebook sehari sekali, bahkan sampai beberpa hari tidak diganti. Selain tidak punya ide, juga tidak ada kesempatan. Wong saya tidak punya laptop yang bisa ditenteng kemana-mana dan bisa kontek internet di mana-mana. Apalagi punya telepon pintar  yang bisa kontek internet. Saya hanya mengandalkan internet di rumah yang
kecepatannya kayak kura-kura, dan nunut di kantor istri saya. Namanya nunut, makainya juga terbatas. Harus tahu diri.

Selain kondisi tersebut, saya juga berkeyakinan bahwa menulis itu akan berpengaruh pada kehidupan kita. Terlalu jauh mungkin. Tapi yang jelas berpengaruh pada daya ingat kita.

Waktu jaman SMP dulu, saat tes saya sering membuat contekan. Tapi contekan itu pada akhirnya tidak saya gunakan. Bukan karena takut sama pengawas, tapi ternyata apa yang saya tuliskan di kertas contekan itu, saya  inget.

Mungkin begini, saat membuat contekan, kita membaca buku, kemudian menuliskan ringkasannya di kertas cetakan yang biasanya berukuran ramping dan memanjang. Saya tidak pernah menuliskan contekan di paha,
seperti teman-teman cewek saya pernah lakukan.

Nah saat pertama kali membaca, mata kita sudah menyampaikan pesan yang dilihat dan ditransfer ke pikiran kita. Namanya juga membuat contekan, tidak semua materi yang ada di buku disalin semua. Yang penting-penting saja. Ini proses kedua di pikiran kita. Kemudian kita menuliskannya. Saat kita menuliskan, apa yang kita tuliskan itu secara tidak sadar dikirimkan lagi ke  pikiran lagi. Jadi minimal tiga kali nyangkut di pikiran apa yang kita tuliskan tersebut.

Itulah kenapa saya nulis status facebooknya ‘jayus’, ‘basi’ yang saya anggap hal positif.

Selain karena keyakinan tentang menulis itu tadi, saya juga sadar bahwa saya orang yang rapuh dan lemah, gampang nyerah dan seabreg hal negatif lainnya. Yang di lain sisi sebenarnya seperti apa yang diungkapkan orang, bahwa setiap orang punya GIANT POWER dalam dirinya. Dan itu bisa kita bangkitkan dari pikiran kita, dari apa yang kita yakini.

Jadi saya memilih menulis yang positif, saya tidak muluk-muluk biar orang lain ikut mendapat pengaruh positif dari hal (yang saya anggap) positif yang saya tuliskan di status facebook. Saya hanya pengen menumbuhkan, menjaga dan memelihara semangat dan hal positif dalam diri saya. Kalau ada orang lain yang terpengaruh sukur. Kalau tidak ada, paling tidak saya telah menumbuhkan keyakinan positif dalam diri saya.

akhir-akhir ini saya disibukan oleh ulah seorang anak perempuan. ada-ada saja ulah anak itu. minta gendong lah, minta main kuda-kudaan lah, minta dibeliin sepeda lah. saat dia minta gendong, saya jawab, “memangnya saya mbah surip.

itu tentu saja bukan cantika callysta aisha. wong anak saya yang cantik jelita itu baru bisa muter-muter di atas kasur dan guling-guling hingga jatuh. dia adalah anak tetangga yang tiap hari main di istana ciku, rumah kami. jarak rumahnya dan istana ciku itu memang hanya terhalang satu rumah.

dia sebenarnya anak baru di komplek kami. orang tuanya baru menempati rumah itu sekitar satu bulanan. tapi semenjak menempati rumah baru itu, anak perempuan kecil yang sekarang baru masuk tk itu sudah slanang-slonong masuk istana ciku.

awalnya risi juga, namanya anak kecil, kadang banyak ulahnya. pegang ini lah itu lah, ya walau tidak ada barang berharga di istana ciku, tetep saja rasanya risi. tapi lama-lama malah keasikan sendiri.

maksudnya lumayan buat hiburan. istri saya dan asisten rumah tangga keluarga ciku sering ngerjain dia. ditanyain macem-macem, sampai diajarin warna dengan warna yang salah. maksudnya kalau dia pakai baju merah, istri saya menyebutnya hijau, dan sebagainya. ya dia manut aja, wong dia belum tahu warna apalagi angka.

“tamba ngantuk,” ujar asisten rumah tangga keluarga kami.

sekarang tambah jadi deh ulah si perempuan kecil yang yang mempunyai nama sebut saja ‘syasya’ itu. kalau sore saya anter istri saya bekerja, dia minta cium tangan. kalau sore setelah kami datang kembali, dia menyambut dengan ceria dan ‘lendotan’ di kaki saya.

“kaya bapaknya aja nih syasya,” kata saya saat syasya lendotan.

“ke bapaknya aja ga gitu om,” ujar pengasuh syasa yang kata mommy ciku mirip mantan saya itu (mommy ciku terlalu!)

tapi memang gitu kelakuan syasa, tadi sore malah, sebelum saya berangkat ngater istri saya bekerja, saat saya bermain bersama callysta, datanglah si syasa itu. langsung deh dia mencari perhatian, dengan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas punggungku yang memang sedang berbaring telungkup di atas perlak bersama callysta.

sambil terus becanda, kami juga sesekali memalingkan pandangan ke televisi. kebetulan lagi ada acara musik hits di rcti. saya memang suka nonton acara begituan, dari dahsyat kalau pagi, hits siang hari, sampai mantap di sore hari.

mungkin karena saking banyaknya acara musik kayak begitu, jadinya lagu-lagunya familiar di telingan siapa saja. tidak hanya orang-orang seumuran saya, dari orang tua hingga anak-anak banyak hafal lagu-lagu band-band atau penyanyi dewasa.

saat saya memalingkan muka ke televisi itulah muncul lagunya the dance company, papa rock n roll. menyanyilah kami bersama. ternyata syasa juga hafal lagu itu. tapi saya tidak menyanyikannya persis, tapi memlesetkannya beibeh menjadi syasa.

‘papa ga pulang syasa, papa ga bawa uang syasa’

menurut gsoyip yang saya denger dari istri dan asisten rumah tangga ciku, papah syasa itu adalah seorang pemain turntable. dia memang jarang di rumahnya sini. kadang di bandung kadang di bali. tergantung lagi ada acara di mana.

saat kami menyanyikan lagi itu dengan diplesetkan ke syasa, sepertinya syasa kerasa. dia tertunduk sambil ‘nguwel-nguwel’ ujung perlak.

“waduh cilaka,” kata saya ke istri saya yang lagi siap-siap mau berangkat.

tidak menunggu lama, akhirnya saya mencoba membuyarkan syasa.

“gendong apa syas? sini gendong,” kata saya ke syasa.

“kalau ngga kuda-kudaan aja, ayo naik.” kata saya lagi ke naila sambil pasang posisi kuda.

ternyata trik ini berhasil, syasa dengan malu-malu naik ke punggung saya. dan beraksilah si syasa. mulai dari menutup saya, sambil beraksi layaknya menunggang kuda. “waduh anak kecil ini kok, lancip bener pantatnya,” teriak saya.

tapi syasa cuek, dia malah semakin menjadi dengan memegang kuping saya dan menariknya sambil terus lunjank-lunjak di atas punggung saya. di depan saya callysta memperhatikan dengan seksama. sepertinya dia cemburu. dia mulai ngiak-ngiuk (berkata-kata, tapi dengan bahasa bayi) sambil lambenya jebaw-jebew tanda mau nangis.

sambil tetap ditungganggi syasa saya mencoba menenangkan callysta. memperhatikan dia lagi, seteleh beberapa saat dicuekin.

“waduh repot bener, brasa sudah punya anak dua!” teriak saya sambil mengakhiri permainan itu dan bersiap berangkat mengantar mommy ciku yang baru punya anak satu.

selamat datang baby ciku. selamat bergabung bersama keluarga ciku. dan sekarang engkau menjadi pelengkap keluarga sekaligus pelengkap kebahagiaan. dan kini segalanya akan kami lakukan untukmu. untuk kebahagiaan keluarga ciku.

kini satu anggota keluarga ciku telah hadir. baby ciku, menjadi anggota keluarga ciku yang seblumnya baru beranggotakan dua orang, mommy and daddy ciku. dengan kehadiran baby ciku, kini lengkap sudah kebahagiaan keluarga ciku. walau kami berharap kelak akan ada dua baby ciku lagi.

kehadirannya memang di luar perkiraan. menurut dua dokter kandungan yang sering kami kunjungi sewaktu istri saya masih hamil dulu, baby ciku akan lahir tanggal 3 atau 6 maret 2009. tapi ternyata dia hadir di tengah-tengah kami pada tanggal 26 februari 2009. memang kata dokter, kelahiran anak pertama bisa saja maju 2 minggu atau mundur 2 minggu. jika memang begitu baby ciku berart maju sekitar 1 minggu.

callysta aisha caskim. begitu nama lengkap anak saya. anak kami berdua tentu saja, saya dan istri saya. tanpa kerjasama yang baik,rasanya tak mungkin juga dia hadir menjadi anggota keluarga kami, keluarga ciku, pelengkap kebahagiaan kami.

lahir melalui operasi caesar. bukan karena kami banyak uang, tapi keputusan itu kami ambil dengan mempertimbangkan banyak hal. istri saya sudah mulai kerasa kesakitan pada rabu malam. malam itu selain gerimis, istriku memutuskan tidak masuk kantor. biasanya, setiap hari kerja dia selalu masuk kerja. dalam keadaan hamil tua sekalipun.

tapi tidak malam itu, rabu malam. sejak sore setelah isya, dia sudah mengeluh sakit, mulas. beberapa kali ke kamar kecil. akhirnya sekitar jam 11an, setelah dari kamar kecil yang kesekian kalinya menunjukkan lendir dan bercak darah keluar dari kemaluannya.

istriku panik. saya juga. tidak sangkan akan malam ini, proses itu akan dimulai. beruntung istri saya sudah mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa jika sewaktu-waktu tiba saatnya hari yang dintentukan (halah!). untung juga meruta saya, sudah berada di rumah kami sejak sabtu.

dengan menggunakan mio kencana kebanggaan, saya memboncengkan istri saya menuju bidan dekat rumah. di luar komplek perumahan. setelah diperiksa, kata bidan sudah bukaan satu. tapi bidan tidak sanggup menangani karena tensi darah istri saya tinggi. kalau tidak salah 140. aku tidak paham-paham amat tentang tensi tinggi atau rendah.

akhirnya kami memutuskan untuk ke budan arif saja. rumah sakit ibu dan anak yang selama dijadikan teman-teman kantor saya untuk melahirkan anak-anak mereka. dengan menumpang mobil kantor yang dikemudikan oleh a imam, dan ditemani tatang dan feldi, akhirnya kami menuju tempat yang dimaksud.

sampai di bunda arif sekitar pukul 11.25. cukup jauh juga jarak yang harus ditempuh dari rumah kami yang beradaa diperbatasan banyumas-purbalingga sampai ke kota purwokerto. satelah di periksa oleh bidan jaga, istri saya disuruh istrirahat di kamar yang telah kami pilih. yudhistira satu. bidan dan dokter yang memeriksa mengatakan tensi darah istri masih tinggi, dan bukaan masih juga satu.

sepanjang malam, istri saya mengeluh kesakitan. saya dengan terkantuk-kantuk mengelus-elus punggungnya. tentu saja saya hanya melakukan beberapa menit. setelah itu tidur tak sadarkan diri, sampai pagi datang. (keterlaluan!)

jam 3.30 istri saya diperiksa dokter, belum ada perkembangan. jam 8 diperiksa lagi, juga belum ada perkembangan. hingga siang hari sekitar jam 13an juga tidak ada perkembangan yang signifikan, selain istri saya meraasa kesakitan.

dan sesampainya saya beli nasi padang di kebondalem. meruta perempuan saya menjelaskan bahwa, dengan kondisi yang ada, dari malem sampai siang tidak ada perubahaan. maka dokter memutuskan untuk dicaesar.

dokter mengakatan bahwa pinggul istri saya kecil. jadi bayi sulit mencari jalan keluar. mertua saya juga mencoba menenangkan dengan merasionalkan bahwa selain kondisi di atas, istri saya juga riskan dengan mempertimbangkan usia istri saya, selain itu juga kondisinya lemah serta tensi yang masih tinggi.

dengan berat hati, akhirnya saya dan istri saya memutuskan untuk mengikuti putusan dokter. kepala saya tentu saja seperti biasa pusing. kepala saya pusing sekali kalau menyangkut hitung-hitungan rupiah. apalagi kalau diluar jangkauan. “kita cari yang terbaik, yang penting semuanya selamat. uang bisa dicari. sekarang siapkan mental dan banyak berdoa,” mertua saya mencoba menenangkan.

akhirnya kami memutuskan jam 15.00 dilakukan operasi caesar. waktu masih menunjukkan pukul 13.40. masih ada beberapa menit untuk memperisapkan segala sesuatunya.

tepat jam 15.00, setelah presiapan pra operasi selesai, istri saya
memasuki ruang operasi. satu per satu para personel yang akan membantu persalinan istri saya memasuki ruang operasi. saya tidak henti-henti berdoa dan mencoba menenangkan diri. bos aang dan angga membantu menenanangkan saya. demikian juga orang tua saya melalui telfon.

detik-detik berlalu. akhirnya operasipun dimulai. ada 5 personel yang sibuk tapi tidak setegang saya, memproses persalinan istri saya. saya dengan sok berani mengabil skitar 3 menit proses operasi melaui handphonenya boss aang. berdurasi sekitar 3 menit. saya mengambilnya dari pintu samping, jadi tidak terlihat secara penuh proses operasinya karena terhalang salah satu personel yang mengoprasi.

“anaknya perempuan bu,” kata dokter.

air mata saya tidak kuasa lagi dibendung. berbagai rasa campur aduk. setelah tangis bayi memecahkan ketegangan saya, sambil menangis saya keluar dan memeluk bos aang dan angga.

saya tengok darah daging saya yang baru lahir. kakinya yang mungil sudah di capkan di atas kertas, jari-jari kakinya lentik dan panjang. dalam keterangan tertera, anak saya lahir 15.17. saya lihat lekat-lekat, bahagia rasanya. sejenak saya menengok ke ruang operasi, perut istri saya masih terbuka. dokter masih berusaha merapatkannya kembali. mom, maafkan saya. saya tidak bisa bantu apa-apa.

kini, bayi mahal yang keluarnya tidak mau lewat pintu biasa, hadir di tengah-tengah kelurga. saya sekarang seorang ayah. daddy ciku, istri saya seorang ibu, mommy ciku. yang akan melakukan segalanya untuk baby ciku.

saya ngga nongkrong hari ini. mau belanja keperluan baby ciku. begitu sms saya kepada temen nongkrong saya.

hari ini saya ngga nongkrong, kalau boleh ya dibacanya kerja. soalnya sebenarnya saya lebih  banyak nongkrongnya daripada kerjanya. entah  itu nongkrong di kantor dewan perwakilan daerah kabupaten, nongkrong di depan komputer kantor istri saya. atau nongkrong di kamar kecil.

“kita kan  bukan pegawai negeri.jadi kalau kita tidak kerja tidak merugikan uang negara (rakyat).” tutur istri saya dalam percakapan kecil di atas mio kencana waktu kami meluncur ke toko shinta.

pagi ini saya ngga nongkrong. saya malah pergi dengan istri saya ke sebuah toko perlengkapan  bayi yang ada di ruko terminal lama purwokerto. lha istri saya  berarti ga bekerja? dia berarti makan gaji buta dong?

istri saya kerjanya malem. jadi seperti kelelawar.

kalau saya sendiri. apalagi saya. saya terserah saya aja. mau kerja, mau berangkat, mau tidur seharian. mau tiap hari dolan-dolan juga ga bakal ada yang protes. lha orang saya ga ada yang nggaji kok.

sebenarnya saya sudah mau berangkat nongkrong. jam 8.30 saya udah siap mau berangkat. tapi liat istri tertidur pulas, saya ngga tega membangunkannya. tadi pagi kami baru sampai rumah jam 3.30. biasanya jam 2 udah sampai rumah. tapi kata istri saya printer yang buat master koran lagi error jadi agak terlambat. sampai di rumah shalat isya, shalat sunat malam. nunggu adzan subuh sebentar lalu kita shalat subuh. setelah itu tidur.

jadilah saya yang sudah berpakaian rapi itu hanya baca koran sampai jam 10, sebelum akhirnya saya  memutuskan untuk berganti kostum dan menemani istri saya belanja kebutuhan  baby ciku.

baby ciku menurut dokter sudah berusia 33 minggu. menurut informasi, kelaihar bayi itu sekitar 40 minggu. bisa maju 2  minggu atau mundur 2 minggu. jadi kalau maju 2 minggu berarti si  baby ciku lahir sekitar 5 minggu lagi. kalau perkiraan dokter maret awal.

baby ciku adalah anak pertama kami. mommy and baby ciku. karena sudah semakin dekatnya kehadiran baby ciku di tengah-tengah keluarga ciku. maka kami selaku calon orang tauanya sudah sepantasnya memperisapkan segala sesuatunya.

kami beli macem-macem deh keperluan baby ciku itu. dari mulai bedong, gurita hingga baju. menurut dokter seh si baby ciku itu cewek. dalam pikiran saya juga begitu, bahwa baby ciku itu cewek. itu kenapa saya siapkan satu nama cewek, callista aisha. menurut ciri-cirinya baby ciku citu juga cewek.

tapi ga tahu juga seh. kata orang walau hasil USG cewek bisa saja salah. bisa saja cowok. makanya kami belinya pakaian baby ciku juga warna-warna netral, hijau, orange, putih. tapi sebenarnya saya juga binggung kalau nanti baby ciku cowok, lha saya belum  nyiapan namanya je.

belum semua kebutuhan baby ciku kami beli. mommy ciku sudah nyatet keperluannya sebenarnya, tapi karena sudah capek, kaki istri saya juga sudah bengkak. jadi baru sebagaian kebutuhan baby ciku yang kami beli.

rencananya, sisanya akan kami ajukan kepada teman-teman kantor. agar kebutuhan baby ciku yang belum kami beli, dikado saja oleh mereka. hehehehe maunya!

pc2107801

terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang selalu memberikan yang terbaik buat saya. orang tua saya yang telah mencurahkan kasih sayangnya tiada henti. istri saya tercinta, terima kasih telah mendampingi dengan sabar penuh kasih sayang, semoga hidup selalu akan selalu lebih baik dan slalu bahagia. terima kasih juga sudah menjaga malaikat kecil kita, baby ciku (callysta aisha caskim) you are my everything. segalanya deh buat baby. temen-temen semuanya, terima kasih telah menjadi bagian dari  hidup saya.

brazil rupanya tahu kelebihan dirinya. lalu sangat fokus di bidang yang menjadi kelebihannya itu. brazil, dengan demikian, memang telah menerapkan doktrin dasar kunci untuk sukses: fokus di bidang yang menjadi kelebihannya.

begitulah tuilsan penutup Dahlan Iskan dalam catatanya yang pastinya terbit di semua surat kabar harian grupnya Jawa Post, termasuk radar banyumas tentu saja, Mencari Keringat di Pantai Copacabana.

saya jadi mikir apa ya yang menjadi kelabihan saya? “kalau oji jelas, kelebihan berat badan,” sms saya kepada istri saya, mommy ciku.

samapai beberapa hari mikir dari sejak saya membaca tulisan pak dahlan tanggal 22 november 2008 kemaren, sampai sekarang saya belum juga menemukan apa yang menjadi kelebihan saya.

bagaimana akan fokus kepada kelebihan yang kita miliki, lha wong tidak tahu apa yang menjadi kelebihan.

itu juga yang terjadi pada diri saya sekarang. saya sungguh tidak tahu apa yang menjadi kelebihan saya. kelebihan duit apalagi, tanggal 25 ini aja di dompet tidak ada uang sepeserpun, bahkan saya sudah bon komisi. memprihatinkan.

kalau saya pikir-pikir lagi, saya punya beberapa kemampuan. tapi semuanya rasanya standar-standar aja.

lobi-melobi, tidak mahir-mahir amat. sebagai seorang account executivenya radar banyumas tentu seharusnya saya punya kemampuan itu. bagaimana bisa meyakinkan klien kalau saya tidak bisa cuap-cuap, dan persuasif terhadap orang lain agar perusahaan mereka pasang iklan di radar banyumas. benar saja, kerap kali saya gagal mendapatkan iklan. tapi beberapa ada yang jadi juga seh.

cuap-cuap, saya sepertinya sebenarnya punya kemampuan ini, tapi ya standar aja. dulu saya pengen banged jadi penyiar, eh kesampaian juga jadi penyiar paduka fm walau hanya sekitar satu semester. cuap-cuap di depan umum saya juga seneng, like to be mc, punya kemampuan ini tapi yo, gitu deh. standar! jadinya paling jadi mc acara-acara kantor seperti acara syukuran dsb.

saya rasanya saya punya kemampuan mengorganisir orang, tapi tidak mahir-mahir amat. sekarang saya manfaatin kemampuan standar di bidang ini dengan mengorganisir temen saya untuk menjalankan proyek yang saya dapatkan.

saya juga punya kemampuan desain grafis. tapi tidak juga mahir. bisa-bisa doang. hanya bisa untuk mengerjakan hal-hal standar, like mbuat desain iklan. saya sebenarnya punya kemampuan diatas rata-rata temen saya yang sama-sama berprofesi sebagai account executive. menurut saya, desain iklan yang saya buat, lebih baik dbandingkan dengan yang temen-temen rekan ae buat.

apa lagi ya? paling tidak itu kemampuan-kemampuan yang saya miliki, yang tingkatnya standar. saya memahami itu. secara tidak sadar alam bawah sadar saya sepertinya bergerak sesuai dengan kemapuan-kemampuan tersebut.

permasalahnya sekarang, yang mana yang mesti saya perioritaskan untuk dikembangkan? dari menyadari kemampuan-kemampuan yang saya miliki ini, saya jadi banyak keinginan. pengen jadi mc lah, pengen punya perusahaan event organizer, punya usaha percetakan.

sementara ini saya, bisa mengaplikasikan kemampuan saya dalam hidup saya. saya masih bisa tetep nyari iklan, dapet tentu saja, malah lagi mau sedang nyari pesanan buku sekolah elektronik terbitan jpbook, selain juga saya ngurusin proyek, dan temen-temen saya tentu saja yang ngejalalin, ada juga saya dapat pesanan kalender. saat ini, hal realistis yan saya pikirkan adalah, bagaimana saya bisa menggunakan kemampuan saya agar menghasilkan, duit tentu saja.

saya tidak bisa hanya mengandalkan menjadi ae, karena nyatanya saya memang anggota ae terahir, sehingga saya ‘hanya’ kebagian turahan klien. sehingga hasilnya saya rasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri apalagi bisa nyumbang untuk kebutuhan keluarga.

kalau dengan mengaplikasikan kemampuan saya yang lain kan lumangyan, dapet dari bse, dari proyek, dari kalender. walau dikit-dikit, tapi sedikit demi sedikit kan lama-lama jadi bukit. dan yang jauh lebih penting, halal.

apa saya harus memfokuskan salah satu? atau tetap menjalankan semuanya, sejauh yang saya mampu? bingung saya, mengaplikasn saja atau mengoptimalkan ya?

saat usia pernikahan saya yang baru menginjak delapan bulan. saat perut istri saya baru saja mbending karena ada baby ciku, buah kerjasama yang kompak antara saya dan istri saya. saya malah suka sama cewek lain. saya tergoda oleh kecantikannya, imut-imutnya. dialah yang akan menjadi orang ketiga dalam biduk rumah tangga saya.

saya kadang tidak habis pikir apa yang dipikirkan pasha ungu, saat istrinya hamil dia malah berencana mau cerai. mempunyai anak bukankan kebahagiaan tersendiri. apa karena dia anaknya udah mau tiga ya, jadi kehadirannya biasa aja. kalau saya yang sekarang ini yang insya Allah akan segera menjadi  a real daddy. kehadiran baby ciku* adalah suatu kebahagiaan yang tidak tergambarkan

kehadiran baby ciku, bagi saya, justru menguatkan rumah tangga saya. walau baby ciku masih dalam perut mommy ciku (ibunya baby ciku yang juga tentu saja istri saya tercinta), kehadirannya mampu menyihir saya. saya jadi lebih sayang sama istri saya, itu yang terutama. saya tidak pernah sesayang istri saya sebelumnya, seperti sayangnya saya sama istri saya sekarang. semoga tetap bertahan sampai kapapun ya momm, itu juga yang saya pinta sama Yang Kuasa. saya juga tidak pernah merasakan kebahagiaan sebahagia sekarang ini hidup berumahtangga dengan istri saya. i love u mommy ciku.

tapi hidup bukan tanpa masalah. seperti tora sudiro atau pasha ungu sedang ribut mau cerai, karena sepertinya ada orang ketiga diantara mereka, saya juga tidak mau kalah. saya sama tora sudiro atau pasha juga punya banyak kesamaan, sama-sama cowok dan ganteng. tapi saya bukan mau cerai, amit-amit jangan sampai deh. lagi bahagia-bahagianya je. dan isya Allah saya akan bersama istri saya sampai diantara kami ada menghadap Sang Pencipta terlebih dulu. Insya Allah. 

lalu apa masahnya sekarang. masalahnya, saya sekarang lagi suka banged sama seorang cewek. dari dulu juga saya sukanya sama cewek. Itu kepana eh kenapa yang saya nikahi juga seorang cewek. tapi siapa juga cewek yang sekarang cewek yang mengisi hati saya selain mommy ciku dan baby ciku.

dia adalah cewek cantik tentu saja. imut-imut lagi. pimpinya tembem, bibirnya mungil,nggemesin dah pokoknya. itu yang membuat saya kesengsem. usianya masih belia. Baru 14 tahun. Sekarang cewek yang lahir pada tanggal 29 Juni 1994 ini aja masih sekolah kelas 3 SMP. duh maafakan ya mommy ciku saya sekarang suka sama anak ini. habis nirina zubir sudah diembat sama ernest. indra bekti juga, dia katanya mau mengakhiri masa lajangnya.

jadi sekarang relakan ya mom, daddy suka sama bocah yang imut nan cantik ini. 

 

baby ciku*, adalah nama keren anak saya kelak. kalau rencana nama aslinya adalah callysta aisha caskim, kalau cewek, soalnya saya belum dapat informasi pasti berjenis kelamin apakah anak kami. saya baru menyiapkan 1 alternatif nama itu, dalam bayangan saya baby ciku itu kelak cewek. ya kayak nikita willy itu kalau remaja. kalau kecil mungkin kaya karla anaknya karyo dalam sitkom suami-suami takut istri. saya belum nyiapin nama untuk cowok. jadi nama baby ciku itu panggilan netral. mmm kalau cewek namanya callysta aisha caskim, kalau cowok mungkin callystung diundang mbokmu caskim.


It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Juli 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,741 hits