Q Newt

Archive for the ‘Thoughts’ Category

Saya sebenarnya tidak telaten untuk membalas komentar-komentar yang jumlahnya juga tidak banyak atas status saya di facebook. Saya sering kali menelatarkan status saya (baca : tidak diapdet), sampai berhari-hari. Saya juga sering, tidak membalas komentar-komentar teman saya atas status facebook saya, dan saya timpa saja dengan status baru.

Dan setelah membuat status baru itu, saya juga meninggalkannya begitu saja. Tidak otomatis terus mencurahkan segala pikiran, perasaan dan harta untuk facebook tersebut. Ada macem-macem alasan dan saya cari alasan juga untuk tidak konsen diperpesbukan.

Tapi kondisi itu malah mendorong saya untuk melakukan yang lebih dari itu. Yaitu menulis. Seperti yang saya lakukan sekarang ini. Walau di lain sisi, saya yakin, dari beberap orang yang saya tag saja, hanya beberapa orang yang membaca tulisan ini. Apalagi orang yang tidak saya tag.

Ya memang sekarang jamannya beg beg beg begitu. Menurut M. Arief Budiman si empunya blog mybothsides.blogspot.com, di jaman ini, yang instant akan memperoleh banyak pengikut. Yang ngajak mikir dan merenung akan berkurang fansnya. Yang instant itu menawarkan kemeriahan, sedangkan yang memerlukan waktu untuk mencernanya akan menyediakan ketenangan.

Karena alasan di atas, maka saya menurunkan catatan ini (halah bahasanya kayak wartawan ajah!). Soalnya agak penting. Dan agak genting. Takutnya ketika saya tinggalkan begitu saja status saya yang terakhir itu, ada orang yang berpadangan negatif terhadap saya. Padahal si saya juga tidak ada plus-plusnya sama sekali. Hanya sok plus saja.

Beberapa teman saya berkomentar macam-macam atas status facebook saya yang saya posting tadi sore, yang berbunyi : “Al Qayyum, Al Majid, Al Wajid, Al Wahid, Al Ahad, As Shamad, Al Qadir. Sebrknn 7 Asma Allah ini pd 15 orf. Insya Allah keingnmu akan t’capai. (Demi Allah, Jgn diremehkan) From Bos Aang (Aang Radarmas) 08:46 4/1/10.” [Terjadi salah ketik dalam status tersebut. Saya memang sering melakukannya. Harap maklum.]

Itu memang sumbernya dari sms teman saya yang juga bos saya. Pagi-pagi sms tersebut masuk ke hape sayah tidak bisa buat facebookan itu. Karena saya tidak punya kesempatan untuk membalas langsung saat itu juga, saya membalasnya agak siangan.

Saya tidak melakukan apa yang diisyaratkan dalam sms tersebut, tapi saya malah membalas sms ke bos saya itu begini; “Demi Allah aku ingin tahu apa arti 7 Asama Allah tersebut?”

Di facebook, teman lama saya yang galak tapi baik hati, berkomentar, “Kata2 ‘Demi Allah’ kok ya dbwt main2! Memprihatinkn kmu newt..,” begitu tulisan dalam komentarnya.

Saya bingung, dan saya bertanya dalam hati. Benarkah saya telah main-main dengan kata ‘Demi Allah’. Saya pikir tidak. Kalau dari nadanya, malah bos Aang tuh yang main-main. Lihat saja balasan smsnya ke saya; “Demi Allah aku klalen artine. Hi3x.” Kalau dari nadanya dia kan yang bermain-main. Tapi saya pikir kami berdua sedang tidak main-main.

Jadi gini, prinsip saya (maaf loh kalau prinsip saya salah, kalau saya mau melakukan sesuatu, saya harus tahu dulu apa yang saya lakukan. Baik itu caranya maupun tujuannya. Misal, kenapa kita harus shalat, saya harus tahu dulu apa tujuan shalat (ini saya harus banyak belajar dan sedang belajar), bagaimana cara shalat. Jadi shalat tidak hanya jengkang-njengking. Atau yang lain misalnya, kenapa saya harus bekerja, kenapa saya mencintai anak saya, kenapa saya memakai calana. Saya, harus tahu maksud dan tujuannya.

Demikian juga dengan sms itu. Kenapa saya tidak langsung menyebarkan sms itu kepada 15 teman saya yang lain. Pertama, saya tidak tahu apa arti dari tujuh Asma Allah itu. Makanya saya tanya dulu pada si pengirim sms, apa arti dari tujuh asma Allah tersebut. Apa salah kalau kita tanya karena kita tidak tahu. Wong tanya Allah itu siapa, dimana, bagaiman juga tidak apa-apa kan? Atau tabu?

Kedua, saya tidak tahu, bagaiman sebenarnya kita menyikapi sms semacam ini. Bagimana mungkin kita akan melakuan sesuatu tapi tidak tahu ilmunya. Iya kalau yang kita lakukan itu benar, bagaimana kalau menyesatkan. Bagi saya orang yang sudah sesat karena sering ngaji mbelgedez.com, bisa tambah sesat!

Dari http://www.tafsir-hadis.com saya kutip bahwa pemberian prioritas yang dibenarkan oleh agama ialah prioritas ilmu atas amal. Ilmu itu harus didahulukan atas amal, karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Dalam hadits Mu’adz disebutkan, “ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya.”

Saya bukan orang yang satu-satunya yang mendapat sms semacam itu. Dan sms di tersebut juga bukan satu-satunya yang bernada sama.

Ree Sha, teman saya yang lain, berkomentar; “aku juga kemarin dapat sms mirip-mirip gitu nyut … (ora ngormati wong tua banged kieh nulis newt dadi nyut ). Atau Tatang Bae Lah dalam komentarnya juga menanyakan bagaimana kalau ada sms semacam itu.

Nah jadi dari tulisan ini saya ingin mengaskan bahwa saya tidak main-main dengan akta ‘Demi Allah’ itu, karena saya memang tidak tahu artinya. Kedua kepada siapa saja yang tahu tentang bagaimana menyikapi sms tersebut dan semacamnya mohon memberikan pencerahan. Biar orang yang masih belajar seperti saya ini tidak kesasar kemana-mana.

Eh, yang tentang bos aang yang menuliskan komentar di status facebook saya itu yang berbunyi; eh boleh percaya boleh tidak….aku dapat iklan senilai Rp 1.250.000 hari itu juga! (naksudnya setelah kirim sms tersebut), saya pikir itu urusan lain. Di luar esensi pembahasan tulisan saya ini.

Terakhir, yang terpenting menurut saya adalah; kita tahu apa yang kita lakukan. Tahu cara melakukannya, tau ilmunya serta tahu maksud dan tujuannya. Katanya neh ilmulah yang membenarkan niat dan membetulkan perbuatan yang akan dilakukan.

Ditulis di Istana Ciku, Senin 4 Januari 2009. Selesai pukul 21.48, setelah sempat terhenti sebentar karena Nak Baby Ciku Callysta bangun karena kegerahan, maklum kamarnya tidak berpendingin ruangan.

Iklan

Idealis

Posted on: Juli 14, 2009

“Apa kamu masih idealis newt?”, begitu tanya temanku pada suatu sore ditengah obrolan yang ngalor-ngidul ga jelas. Masih kata saya tanpa ragu.

Idealis menurut kamus adalah orang yang mempunyai cita-cita yang tinggi, penganut paham idealisme. Sedangkan idealisme sendiri adalah cara bertindak sesuai dengan yang diidamkan. Sederhananya, kata saya kepada temen saya itu, kalau lampu merah walaupun baru sedetik ya berhenti. Jangan diterjang aja.

Menurut saya menjadi idealist itu bukannya sok suci. Tapi dengan kita bertidak sesuai dengan yang diidamkan ( bisa dikatakan semestinya) itu adalah demi kebaikan kita juga.

Contoh, jangan membuang sampah sembarangan. Kita pasti tahu dong, akibatnya kalau sampah dibuang sembarang. Saluran air macet, got mampet, bau! Atau kalau hujan datang, karena saluran air mampet, air meluap. Banjir dah!

Berhenti pada saat lampu merah menyala misal, itu bukannya baik juga buat kita. Kan sering banged tuh, di pertigaan jalan kampus, hr bunyamin deket fisip ngunsud, main terjang aja. Akibatnya apa, hampir tabrakat, untung ga tabrakan.

Sore itu, saya sama temen saya itu membicarakan masalah jualan untuk mendapatkan uang. Menurut saya jualan itu juga harus melakukan hal yang semestinya. Menurut saya, dalam berjualan, kita sebagai penjual, tidak semata-mata meraup keuntungan, tapi bagimana agar si pembeli juga merasakan manfaat sesui dengan nilai yang telah dia belanjakan.

Saya merasa ngga enak pada client kalau tidak melakukan pekerjaan yang tidak semestinya. Saya sering sharing dengan partner saya, mohammad hasbi. “Bi kita evaluasi, kayaknya yang kita lakukan kemaren kurang sip. Bagaimanapun kita memegang amanah,” kata saya waktu itu.

Apa si baiknya mengerjakan yang semestinya itu? Hal ini menurut saya sebenarnya akan berpulang kepada diri kita juga. Misal kita jualan buku kumpulan soal, soal-soalnya sesuai dengan yang standar, dilayout dengan cantik, dikemas dengan rapi tentu yang beli akan seneng. Karena mereka menerima manfaat sesuai dengan nilai yang dia keluarkan. Ujung-ujungnya, pelanggan puas, insya Allah, tuh pelanggan pasti akan beli produk kita lagi. Ini yang disebut kontinyuitas.

Customer ga akan kapok beli produk kita. Lain halnya kalau kita ‘membohongi’ customer. Barang jelek dibilang bagus. Isinya buruk, kemasannya dibikin cantik. Disampulnya ditulis sudah sesuai standar, padahal isinya jauh. Saya juga kalau kalau ngejual iklannya Daily QNews, saya bilang jujur apa adanya. Daily QNews kalau di Knite City si nomer satu, tapi di daerah Freedom Voice lebih unggul.

“Kalau misal kita mengerjakannya sekedarnya, bisa saja  dampaknya kurang, klien kita merasakan hal itu, lalu mereka mengadakan evaluasi,  bisa-bisa kita diputus kontraknya,  yang rugi kan k ita juga,” crocos saya.
Pada dasarnya semua orang baik. Pasti ketika dia berbuat hal yang negatif, berbuat bohong misalnya. Hati kecilnya ga akan terima. Itu menurut saya loh. Boleh ga percaya, boleh ga dibaca. Dan penerapan kata idealis di sini mungkin juga kurang tepat. Mohon dimaafkan.

brazil rupanya tahu kelebihan dirinya. lalu sangat fokus di bidang yang menjadi kelebihannya itu. brazil, dengan demikian, memang telah menerapkan doktrin dasar kunci untuk sukses: fokus di bidang yang menjadi kelebihannya.

begitulah tuilsan penutup Dahlan Iskan dalam catatanya yang pastinya terbit di semua surat kabar harian grupnya Jawa Post, termasuk radar banyumas tentu saja, Mencari Keringat di Pantai Copacabana.

saya jadi mikir apa ya yang menjadi kelabihan saya? “kalau oji jelas, kelebihan berat badan,” sms saya kepada istri saya, mommy ciku.

samapai beberapa hari mikir dari sejak saya membaca tulisan pak dahlan tanggal 22 november 2008 kemaren, sampai sekarang saya belum juga menemukan apa yang menjadi kelebihan saya.

bagaimana akan fokus kepada kelebihan yang kita miliki, lha wong tidak tahu apa yang menjadi kelebihan.

itu juga yang terjadi pada diri saya sekarang. saya sungguh tidak tahu apa yang menjadi kelebihan saya. kelebihan duit apalagi, tanggal 25 ini aja di dompet tidak ada uang sepeserpun, bahkan saya sudah bon komisi. memprihatinkan.

kalau saya pikir-pikir lagi, saya punya beberapa kemampuan. tapi semuanya rasanya standar-standar aja.

lobi-melobi, tidak mahir-mahir amat. sebagai seorang account executivenya radar banyumas tentu seharusnya saya punya kemampuan itu. bagaimana bisa meyakinkan klien kalau saya tidak bisa cuap-cuap, dan persuasif terhadap orang lain agar perusahaan mereka pasang iklan di radar banyumas. benar saja, kerap kali saya gagal mendapatkan iklan. tapi beberapa ada yang jadi juga seh.

cuap-cuap, saya sepertinya sebenarnya punya kemampuan ini, tapi ya standar aja. dulu saya pengen banged jadi penyiar, eh kesampaian juga jadi penyiar paduka fm walau hanya sekitar satu semester. cuap-cuap di depan umum saya juga seneng, like to be mc, punya kemampuan ini tapi yo, gitu deh. standar! jadinya paling jadi mc acara-acara kantor seperti acara syukuran dsb.

saya rasanya saya punya kemampuan mengorganisir orang, tapi tidak mahir-mahir amat. sekarang saya manfaatin kemampuan standar di bidang ini dengan mengorganisir temen saya untuk menjalankan proyek yang saya dapatkan.

saya juga punya kemampuan desain grafis. tapi tidak juga mahir. bisa-bisa doang. hanya bisa untuk mengerjakan hal-hal standar, like mbuat desain iklan. saya sebenarnya punya kemampuan diatas rata-rata temen saya yang sama-sama berprofesi sebagai account executive. menurut saya, desain iklan yang saya buat, lebih baik dbandingkan dengan yang temen-temen rekan ae buat.

apa lagi ya? paling tidak itu kemampuan-kemampuan yang saya miliki, yang tingkatnya standar. saya memahami itu. secara tidak sadar alam bawah sadar saya sepertinya bergerak sesuai dengan kemapuan-kemampuan tersebut.

permasalahnya sekarang, yang mana yang mesti saya perioritaskan untuk dikembangkan? dari menyadari kemampuan-kemampuan yang saya miliki ini, saya jadi banyak keinginan. pengen jadi mc lah, pengen punya perusahaan event organizer, punya usaha percetakan.

sementara ini saya, bisa mengaplikasikan kemampuan saya dalam hidup saya. saya masih bisa tetep nyari iklan, dapet tentu saja, malah lagi mau sedang nyari pesanan buku sekolah elektronik terbitan jpbook, selain juga saya ngurusin proyek, dan temen-temen saya tentu saja yang ngejalalin, ada juga saya dapat pesanan kalender. saat ini, hal realistis yan saya pikirkan adalah, bagaimana saya bisa menggunakan kemampuan saya agar menghasilkan, duit tentu saja.

saya tidak bisa hanya mengandalkan menjadi ae, karena nyatanya saya memang anggota ae terahir, sehingga saya ‘hanya’ kebagian turahan klien. sehingga hasilnya saya rasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sendiri apalagi bisa nyumbang untuk kebutuhan keluarga.

kalau dengan mengaplikasikan kemampuan saya yang lain kan lumangyan, dapet dari bse, dari proyek, dari kalender. walau dikit-dikit, tapi sedikit demi sedikit kan lama-lama jadi bukit. dan yang jauh lebih penting, halal.

apa saya harus memfokuskan salah satu? atau tetap menjalankan semuanya, sejauh yang saya mampu? bingung saya, mengaplikasn saja atau mengoptimalkan ya?

malam ini, malam ke 29 ramadhan, alhmadulillah saya masih bisa shalat taraweh. seperti biasanya juga saya tarawehnya di masjid shalahuddin, deket pom bensin sokaraja. sebenarnya di perumahan tempat saya tinggal juga ada masjid yang digunakan untuk taraweh juga. tapi berhubugn saya ini suami yang baik hati, dan sayang istri. saya nungguin istri kerja.

nah daripada nungguin istri selese kerja itu saya cuman internetan doang. saya iseng-iseng berhadiah (hehe) aja shalat tarawih. eh siapa tahu saya dapet istri baru. astagfirullah.

saya merasa nyaman juga taraweh di shalahuddin. rakaatnya dikit, cuman 8 tarawih dan 3 witir. walaupun suratanya panjang, tapi its oke yang penting shalatnya ga kesusu-susu atau kedada-dada. kan shalat ga cuman jengkang-jengking doang, bukan begitu?

selain itu, saya juga ngerasa dapat ilmu yang bermanfaat. soalnya setelah shalat isya, sebelum tarawih. selalu ada yang ngisi kultum. kuliah tujuh menit. kalau dihitung-hitiung seh sebenarnya tuh kuliah lebih dari tujuh menit. lebih lah, tapi tapi ga lama-lama banged. tapi ga masalah, yang pentingkan ilmunya bukan lamanya.

saya lupa, apa judul kultumnya. atau beliunya ngga nyebutin judul, saya lupa juga. ah ga peting juga. yang jelas ada beberapa hal yang masih terekam dalam ingatan saya, yang akan saya tuangkan berikut ini.

beliau pak kiai menjelaskan bahwa puasa yang kita jalankan selama sebulan penuh itu, memberikan kita pelajaran kita tentang  hal-hal sebagai berikut :

pertama, menghidarkan kita dari musyrik kecil, riya. pak kiai bilang kalau ibadah puasa itu beda dengan ibadah yang lain seperti shalat, naik haji, zakat dan lain-lain. apa bedanya? apa ya bedanya saya lupa… hehehe

tapi beliau kiai itu memberikan contoh kalau ibadah seperti haji misalnya, itu selepas pulang haji, kalau ngga dipanggil pak haji atau di depan namanya ngga ada huruf H titik, kayaknya ga serem. atau kalau kita bayar zakat, kalau memberi zakatnya diem-diem aja kayaknya kurang nendang. begitu juga dengan shalat, ada juga kemungkinan kecil niatnya pamer, riya, pengen dilihat orang.

tapi kalau puasa, kata pak kiai, itu ga bisa. yang tahu puasa atau tidak itu kita sama Allah SWT. orang bisa saja lho mengira kita ngga puasa. atau kita neh bisa aja ngakunya puasa, padahal di belakang kita makan soto sokaraja yang enak banged itu.

puasa juga kata pak kiai itu, melatih kita untuk jujur. kalau kita puasanya bener-bener pastilah kita tidak akan buka sebelum waktunya tiba. sebelum adzan magrib berkumandang. mangkanya kata istri saya, itu artis yang paling ditunggu adalah afgan magrib. 

solidaritas. dengan puasa seharian, kita tentu saja akan merasakan lapar. kita seh mending masih bisa sahur atau buka, tapi orang-orang yang tidak mampu yang ada di sekeliling kita, banyak bukan yang makan sekali sehari aja udah untung. nah diharapkan neh dengan puasa bisa timbul dalam diri kita yang namanya solidaritas.

yang namanya perut emang sensitif ya. kalau laper orang bisa ngelakuin apa aja. seperti nyolong, nyopet, korupsi, atau mengambil yang bukan hak kita. ah masa seh ada yang korupsi karena laper? eh mungkin aja kan? mereka ngerasa belum kenyang, walau perut udah buncit trus mereka korupsi deh. markup, manupulasi.

atau ada juga lho seorang pimpinan yang udah keyang banged harusya. perutnya aja udah buncit banged, tapi tega mengambil bagian yang semestinya bisa dinikmati anak buahnya.

ah moga-moga deh puasa, tidak hanya ritual saja. jadi kita nanti benar-benar terlahir kembali. kita bisa berubah. berubah lebih baik tentu saja. bisa menerapkan pelajaran-pelajaran yang kita dapat selama puasa dalam 11 bulan yang akan kita hadapi setelah puasa.

suatau hari di bulan puasa qnewt mendapat sms dari temennya. begini bunyinya:

“Bismillahirrahnanirrahim. “Allahumma inni as aluqa tahhdiybilhal qalbi watajmu bihal syamli watatdhubihal fitnati anni”. doa Nabi Mumahmmad SAW. Kirim ke 10 orang insya Allah 2hr kmudian Anda akan mendengan kabar baik dengan mendapat kebahagiaan, tapi jika tidak MENYEBARKAN maka  kamu akan mendapat musibah besar. ini amanah!”

selengkapnya baca di sini

suatu hari, qnewt ngajak temennya untuk bergabung kembali menggarap sebuah proyek. tidak jauh-jauh dari keliling sekolah. yang ini namanya school visit persembahannya faber castell. jelasnya ini adalah kegiatan promosi faber castell ke sekolah-sekolah sd yang terbilang ‘bagus’.

yang dilakukan saat school visit juga tidak ribet. intinya hanya menerangkan proses pembuatan pesil faber castell + permainan dan pembagian doorprize.

saat ditawari ini, qnewt langsung kepikiran temennya yang dibanjarnegara itu. ada dua tempat  memang yang harus digarap, cilacap dan banjarnegara. dikotaklah itu temen qnewt yang ada di banjarnegara. qnewt bermaksud bekerja sama dan sekaligus memberdayakan dia yang  pengangguran.

“ji ana proyek lumayan,melu ra? kaya wingi kunjungan ke sekolah, nerangin faber castell,karo bagi2 hadiah. nek arep koe nggolet sekolah 10 sing minimal jumlah siswan kelas 4-6-me, 100″ pesan singkat yang di tulis qnewt.

“bisa. tapi aku njaluk ketemu sit ya. ngesuk aku meng purwokerto. men jelas, dari ora kaya wingi,” pesan balasan masuk ke hape qnewt.

qnewt agak kaget. dengan kata-kata terakhir sms balasan temannya itu.

“kaya wingi, kerpriwe maksude,” tulis sms qnewt, penasaran.

“kie menurut aku, sing wingi konsepe ora mateng, kurang persiapan,  kurang koordinasi dadi pelaksanaane kacau,” jawab temen qnewt.

“sip. semua belajar. tapi sing penting berbuat. berbuat bahkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi tapi juga untuk orang lain,” jawab qnewt.

teman qnewtpun tidak bisa membalas sms lagi. dia berusaha  mengalihkan ke topik yang lain. dari sekitar 5 teman saya yang ikut program goes to school, hanya dia yang kerjanya tidak maksimal. mungkin itu dia tadi, karen konsepnya tidak matang, dan kurang koordinasi hingga rada kacau.

diakui qnewt, program goes to school yang dia project officeri, memang jauh dari sempurna. semua betul apa yang dikatan temen qnewt yang ada di banjar itu. bahkan kalau temen qnewt tau, mungkin dia akan jauh lebih banyak melontarkan kritik pada qnewt.

tapi qnewt, anak luar biasa dan menyenangkan itu justru mendapat hal sangat berharga dari program goes to school yang menurut temen qnewt yang di banjarnegara itu kacau.

program itu sendiri memang lahir dari ide kreatifnya qnewt sendiri. waktu itu dia masih jadi staff pemasaran. salah satu tanggung jawabnya adalah bagaimana agar oplah korang itu naik seperti apa yang diinginkan perusahaan.

dasar qnewt orang  yang tidak bisa diem, otak yang dia punya yang dianugrahkan Tuhan kepadanya dipergunakan dengan maksimal. makan dirancang dan diajukanlah program itu kepada pimpinan perusahaan. dan tidak harus lama diproses, karena menurut qnewt dengan meggebu menjanjikan bahwa program ini akan menambah oplah koran per  minggu sekitar 1200 eksemplar. angka yang  lumaya tentu saja.

maka diperdayakanlah temen-temen qnewt yang kebetulan masih penggangguran itu. termasuk temen qnewt yang di banjar itu. menjalankan program ini memang tidak semudah seperti apa yang dibayangkan. awalnya tidak mudah juga mencari sekolah yang mau ikut program ini. tapi dengan tetap  menjaga komitemen, lambat laun qnewt dan temen-temennya mendapatkan jalan lebih lebar. hal ini juga berakibat menjadi terkebangnya ide-ide baru. ya karena ide-ide baru yang muncul belakangan ini lah yang kesannya menjadikan program ini tidak matang. ya memang awalnya tidak matang. dirancang dengan sangat sederhana, tapi karena dalam perkembangannya bisa dimaksimalkan ya, dikembangkan dan diterapkanlah ide-ide barunya.

pada minggu-minggu terakhir program ini, barulah menemukan konsep yang nyaris sempurna. paling tidak dari sekian proses panjang yang dilewati (program ini dimulai desember 2007-mei 2008), tau konsep yang semestinya, tau celah-celahnya, paham apa mesti dilakukan jika kelak program ini akan berlanjut.

jadi, tidak ada salahnya berbuat walau salah, walau kacau. justru dengan berbuat itulah kita jadi tahu yang semestinya. kesalahan membuat kita tau bagaimana yang benar. jadi, ya hidup itu berbuat. kalau kata sutrisno bachir, hidup adalah perbuatan.

itu juga yang sekarang dipegang qnewt. saat dia harus bersaing adu cepat dengan para seniornya, dia musti kreatif dan kerja ekstra keras untuk bisa memenuhi target yang dia tetapkan sendiri. tidak ada gunanya mengeluh, hanya akan menambah runyam suasana. berbuatlah, jika gagal, berbuatlah lagi. jangan ulangi kegagalan. lambat laun pasti akan menemukan yang lebar, lurus, jikapun ada lubang pasti bisa dipilih, dan lewat jalan yang tidak berlubang.

so, mari berbuat, karena berbuat itu juga salah satu wujud dari rasa syukur kita telah diberi hidup, dikarunia akal sehat, pikiran. selamat berbuat qnewt!

sebagian orang percaya bahwa pada keadaan terdesak orang akan semakin kreatif. kemampuan yang dimiliki akan terpacu naik bahkan mencapai puncaknya.

pada saat seseorang ketakutan karena dikejar anjing, dia akan lari sangat kecang bahkan dari apa yang pernah dia lakukan. dia akan lomba tinggi, yang pada keadaan normal terlihat seperti suatu hal yang mustahil.

mungkin gitu juga kali sekarang yang dialami qnewt. sejak tidak lagi menjabat sebagai staff pemasaran, dia sudah keluar dari zona nyaman. kalau dulu qnewt udah punya pendapatan yang pasti setiap bulannya, bahkan dapat penghasilan tambahan kalau dia kreatif. mendapatkan jumlah yang sama, walau kerja males-malesa atau ekstra keras.

sekarang, setelah berprofesi sebagai mareketing iklan radar banyumas kondisinya tidak lagi nyaman. berbeda dengan pada saat menjadi staff pemasaran. kalau ngga kerja ya ga dapat duit, lha wong kerja aja ga mesti dapat duit. walau kantor iklan atau divisi iklan radar banyumas tidak menatapkan target kepada para marketing iklan yang berjumlah 6 orang itu, tapi mereka meraka yang harus menarget diri sendiri. ini tentu saja untuk mereka sendiri.

semua marketing iklan radar banyumas secara kebetulan sudah berkeluarga semua. tidak terkecuali qnewt yang baru mei kemaren melepaskan masa lajangnya. ini artinya setiap mereka sudah paham berapa minimal uang yang harus di dapat setiap bulannya untuk menunjang kelangsungan rumah tangga.

begitu juga dengan qnewt. qnewt tidak bisa sesantai dulu. bukan masalah santai dan tidak santai sebenarnya. tapi lebih ke kreatif dan tidak. kalau santai sebenarnya pekerjaan sekarang jauh lebih santai. tidak ada jam kerja yang mengikat, tidak ada juga aturan hari keja. mau berangkat kerja jam 8 boleh, jam 12 juga tidak akan ada yang ngomel. mau hari senin libur atau dua hari ga berangkat kerja juga ga ada yang mempermasalahkan . mau seharian di rumah aja juga ga masalah.

selama ini juga kantor iklan yang ada di jl.perintis kemerdekaan hanya sebagai transit para marketers. ya marketer itu kan kerjanya di jalan. ga di kantor. jadi kantor cuman buat singgah aja. tapi karena kantor iklan itu milik orang berenam murni, jadi ya mereka sebisa mungkin untuk mengelola keberadaan kantor iklan dengan baik.

nah marketers yang paling sering dan paling lama transitnya ya qnewt. qnewt masih harus beradaptasi memang. maklum saja dia marketer paling baru. dia bergabung per februari 2008. sedangkan yang lain udah lama-lama. bahkan ada yang seumur radar banyumas, 10 tahun. jadi belum qnewt belum banyak punya klien, berarti belum banyak juga kerjaan yang mesti dia handle.

kantor iklan inilah salah satu tempat dia berfikir, berdzikir, merenung, menciptakan ide. seperti hari senin kemaren (8/9) misalnya. setelah berdzikir mohon petunjuk kepada yang memberinya hidup, qnewt dapat ide. maka sejurus kemudia diraihnya telpon gemgam samsung kebanggaanya.

“pak Agus, untuk spanduk, selebaran, atau papan nama, kalau belum buat, saya juga siap membantu, biar pas dan mengena apa yang pengen dsampaikan ke konsumen, imej apa yang mau dibangun, biar konsumen ga salah menilai (dikiranya mahal, karena tempatnya wah), kalau salah masarin kan bisa brabe pak,” begitu sms yang qnewt sampaikan kepada manajer Kemangi Cafe and Resto yang baru akan laouncing tanggal 13 september besok.

“okey ntar saya konsep,” pesan singkat dari pak Agus, manajer Kemangi.

sebelum qnewt sms dia berfikir, sudah pasti suatu usaha yang baru buka akan membuat media promosi seperti spaduk, selebaran dan karena ni usaha ada rumah makan, pasti juga membuat buku daftar menu. nah ini kan bisa digarap. dan qnewt merasa sudah punya channel, joseph novi c, orang titik temu jogja yang ketemu di d resto, jumat minggu lalu.

makan setelah itu pulalah, setelah ketemu dengan mas joseph novi c juga (seperti yang diceritakan dalam postingan sebelumnya) idenya terus berkembang. kalau awalnya hanya akan menjajagi kerjasama untuk menggarap promosinya Kemangi, kini ide itu berkembang. dan qnewt berencana untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan kalender, buku tahunan anak sma, ya pokonya yang berkaitan dengan proses kreatif dan prinnting.

rencanya qnewt yang seorang marketer itu, yang kerjanya emang muter-muter. sembari keliling nawarin iklan, dia juga akan nawarin untuk pembuatan kalender bagi isnstansi swasta atau negeri, tempat2 usaha yang ada di purwokerto. qnewt berfikir kalau ini kesempatan bagus, moment pas dan pasar juga terbuka.

rencana yang lain adalah, menawarkan buku tahunan sekaligus tour liburan bagi kelas 3 sma yang sebentar lagi meninggalkan sekolahnya.

itu rencana awalnya. tinggal dimatengin. menghubungi mas yoseph untuk merinci harga-harga. ketemu mas ruadian tour, salah satu pilihan untuk kerjama tournya. oke qnewt selamat bekerja. rencananya tinggal dilaksanakan. saya percaya dalam kondisi seperti ini qnewt pasti tidak akan omong doang. sukses untuk qnewt yang luar biasa dan menyenangkan!


It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

September 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,763 hits