Q Newt

selamat datang baby ciku. selamat bergabung bersama keluarga ciku. dan sekarang engkau menjadi pelengkap keluarga sekaligus pelengkap kebahagiaan. dan kini segalanya akan kami lakukan untukmu. untuk kebahagiaan keluarga ciku.

kini satu anggota keluarga ciku telah hadir. baby ciku, menjadi anggota keluarga ciku yang seblumnya baru beranggotakan dua orang, mommy and daddy ciku. dengan kehadiran baby ciku, kini lengkap sudah kebahagiaan keluarga ciku. walau kami berharap kelak akan ada dua baby ciku lagi.

kehadirannya memang di luar perkiraan. menurut dua dokter kandungan yang sering kami kunjungi sewaktu istri saya masih hamil dulu, baby ciku akan lahir tanggal 3 atau 6 maret 2009. tapi ternyata dia hadir di tengah-tengah kami pada tanggal 26 februari 2009. memang kata dokter, kelahiran anak pertama bisa saja maju 2 minggu atau mundur 2 minggu. jika memang begitu baby ciku berart maju sekitar 1 minggu.

callysta aisha caskim. begitu nama lengkap anak saya. anak kami berdua tentu saja, saya dan istri saya. tanpa kerjasama yang baik,rasanya tak mungkin juga dia hadir menjadi anggota keluarga kami, keluarga ciku, pelengkap kebahagiaan kami.

lahir melalui operasi caesar. bukan karena kami banyak uang, tapi keputusan itu kami ambil dengan mempertimbangkan banyak hal. istri saya sudah mulai kerasa kesakitan pada rabu malam. malam itu selain gerimis, istriku memutuskan tidak masuk kantor. biasanya, setiap hari kerja dia selalu masuk kerja. dalam keadaan hamil tua sekalipun.

tapi tidak malam itu, rabu malam. sejak sore setelah isya, dia sudah mengeluh sakit, mulas. beberapa kali ke kamar kecil. akhirnya sekitar jam 11an, setelah dari kamar kecil yang kesekian kalinya menunjukkan lendir dan bercak darah keluar dari kemaluannya.

istriku panik. saya juga. tidak sangkan akan malam ini, proses itu akan dimulai. beruntung istri saya sudah mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa jika sewaktu-waktu tiba saatnya hari yang dintentukan (halah!). untung juga meruta saya, sudah berada di rumah kami sejak sabtu.

dengan menggunakan mio kencana kebanggaan, saya memboncengkan istri saya menuju bidan dekat rumah. di luar komplek perumahan. setelah diperiksa, kata bidan sudah bukaan satu. tapi bidan tidak sanggup menangani karena tensi darah istri saya tinggi. kalau tidak salah 140. aku tidak paham-paham amat tentang tensi tinggi atau rendah.

akhirnya kami memutuskan untuk ke budan arif saja. rumah sakit ibu dan anak yang selama dijadikan teman-teman kantor saya untuk melahirkan anak-anak mereka. dengan menumpang mobil kantor yang dikemudikan oleh a imam, dan ditemani tatang dan feldi, akhirnya kami menuju tempat yang dimaksud.

sampai di bunda arif sekitar pukul 11.25. cukup jauh juga jarak yang harus ditempuh dari rumah kami yang beradaa diperbatasan banyumas-purbalingga sampai ke kota purwokerto. satelah di periksa oleh bidan jaga, istri saya disuruh istrirahat di kamar yang telah kami pilih. yudhistira satu. bidan dan dokter yang memeriksa mengatakan tensi darah istri masih tinggi, dan bukaan masih juga satu.

sepanjang malam, istri saya mengeluh kesakitan. saya dengan terkantuk-kantuk mengelus-elus punggungnya. tentu saja saya hanya melakukan beberapa menit. setelah itu tidur tak sadarkan diri, sampai pagi datang. (keterlaluan!)

jam 3.30 istri saya diperiksa dokter, belum ada perkembangan. jam 8 diperiksa lagi, juga belum ada perkembangan. hingga siang hari sekitar jam 13an juga tidak ada perkembangan yang signifikan, selain istri saya meraasa kesakitan.

dan sesampainya saya beli nasi padang di kebondalem. meruta perempuan saya menjelaskan bahwa, dengan kondisi yang ada, dari malem sampai siang tidak ada perubahaan. maka dokter memutuskan untuk dicaesar.

dokter mengakatan bahwa pinggul istri saya kecil. jadi bayi sulit mencari jalan keluar. mertua saya juga mencoba menenangkan dengan merasionalkan bahwa selain kondisi di atas, istri saya juga riskan dengan mempertimbangkan usia istri saya, selain itu juga kondisinya lemah serta tensi yang masih tinggi.

dengan berat hati, akhirnya saya dan istri saya memutuskan untuk mengikuti putusan dokter. kepala saya tentu saja seperti biasa pusing. kepala saya pusing sekali kalau menyangkut hitung-hitungan rupiah. apalagi kalau diluar jangkauan. “kita cari yang terbaik, yang penting semuanya selamat. uang bisa dicari. sekarang siapkan mental dan banyak berdoa,” mertua saya mencoba menenangkan.

akhirnya kami memutuskan jam 15.00 dilakukan operasi caesar. waktu masih menunjukkan pukul 13.40. masih ada beberapa menit untuk memperisapkan segala sesuatunya.

tepat jam 15.00, setelah presiapan pra operasi selesai, istri saya
memasuki ruang operasi. satu per satu para personel yang akan membantu persalinan istri saya memasuki ruang operasi. saya tidak henti-henti berdoa dan mencoba menenangkan diri. bos aang dan angga membantu menenanangkan saya. demikian juga orang tua saya melalui telfon.

detik-detik berlalu. akhirnya operasipun dimulai. ada 5 personel yang sibuk tapi tidak setegang saya, memproses persalinan istri saya. saya dengan sok berani mengabil skitar 3 menit proses operasi melaui handphonenya boss aang. berdurasi sekitar 3 menit. saya mengambilnya dari pintu samping, jadi tidak terlihat secara penuh proses operasinya karena terhalang salah satu personel yang mengoprasi.

“anaknya perempuan bu,” kata dokter.

air mata saya tidak kuasa lagi dibendung. berbagai rasa campur aduk. setelah tangis bayi memecahkan ketegangan saya, sambil menangis saya keluar dan memeluk bos aang dan angga.

saya tengok darah daging saya yang baru lahir. kakinya yang mungil sudah di capkan di atas kertas, jari-jari kakinya lentik dan panjang. dalam keterangan tertera, anak saya lahir 15.17. saya lihat lekat-lekat, bahagia rasanya. sejenak saya menengok ke ruang operasi, perut istri saya masih terbuka. dokter masih berusaha merapatkannya kembali. mom, maafkan saya. saya tidak bisa bantu apa-apa.

kini, bayi mahal yang keluarnya tidak mau lewat pintu biasa, hadir di tengah-tengah kelurga. saya sekarang seorang ayah. daddy ciku, istri saya seorang ibu, mommy ciku. yang akan melakukan segalanya untuk baby ciku.

seharian ini saya kerja bakti. dari jam 8 pagi sampai jam 3an lebih. ini adalah kerja bakti paling lama yang pernah saya ikuti. biasanya paling dari jam 8, paling lama selesai jam 1. hasilnya, kulit saya tambah hitam karena terbakar matahari.

padahal kami hanya mengerjakan pemasangan lampu penerangan  jalan. itupun hanya menghasilkan 5 titik. dari sekitar 7 jam itu, paling waktu efektinya sebenarnya 3 jam. yang lama itu medang, ngrumpi dan ngalor-ngidul ngga jelas.

belum juga kerja menghasilkan apa-apa, bergelas-gelas kopi, mendoan, gorengan tahu keluar dari rumah pak rt. jadilah kami berhenti. ngerumpilah bapak-bapak ini dalam beberapa grombol. kalau sudah  begini, lupa deh sama pekerjaan.

yang bekerja juga sebenarnya beberapa orang, yang lain itu hanya ngalor-ngidul ga jelas. seperti saya tentu saja. lha mau gimana lagi. lha kerja bakti bukanya bawa peralatan yang dibutuhkan, datangnya lenggang kangkung ga bawa apa-apa. apa yang mau dikerjain dengan tangan kosong. motong bambu pake gigi?

baru beberapa saat ‘bekerja’, keluar lagi minuman, karena rada panas, minuman ber-es yang keluar. tidak lupa gorengan tempe stengah matang alias mendoan. berhentilah lagi aktifitas kami. medang, ngrumpi lah lagi.

begitulah kerja bakti di tempat saya tinggal. saya yang paling muda sendiri cuman ikut-ikutan aja. ada orang ikut  gotong bambu, saya ikut. ada bapak-bapak motong bendrat, saya ikut.

tapi saya seneng kalau kerja bakti. seneng karena banyak medang dan makan gorengan tentu saja.

di tempat saya tinggal, perum griya karen indah 2, terutama rt 1, kegiatan bapak-bapaknya memang lumayan aktif. beberapa program berjalan dengan baik. seperti kerja bakti. kerja bakti ini berjalan dengan baik. maksudnya kerja baktinya berjalan, alias jalan-jalan ngalor ngidul ga nggenah. hehehe.

kerja bakti ini rutin diadakan setiap bulan. biasanya hari minggu, minggu kedua. tidak banyak yang dikerjakan sebenarnya saat kerja bakti tersebut. paling bersih-bersih rumput jalan, yang sering semena-mena menyembul dari paving. lain waktu membersihkan saluran air. itu yang paling sering.

kalau tidak ada kasus-kasus tertentu seperti bulan ini. membuat penerangan di sepanjang jalan yang bersebelahan dengan sawah. perlu diketahui bahwa perumahan saya ini mewah (mefet sawah). selama ini memang, jalan yang membujur dari utara keselatan, yang posisinya mefet sawah ini, kondisinya gelap kalau malam. bukan khawatir ada maling, tapi ga nyaman aja kalau malem-malem lewat jalan gelap.

setiap kerja bakti biasanya ada sekitar 30 orang yang dateng. lumayan banyak. banyak menghabiskan makanan dan minuman maksudnya. kalau tadi pagi mungkin hanya sekitar 20 orang. itupun hanya sampai jam 11an. yang sampai jam selesai paling separonya.

jumlah kepala-keluarganya sendiri di rt 1 hanya sekitar 50an. sedangkan rt  2, katanya sedikit lebih banyak. ya 2-3 kepala keluarga lebihnya.

perum griya karen indan 2 ini memang terdiri dari 2 rt, yang beranaung di dalam 1 rw. perumahannya lebih ‘eksklusif’ dibandingkan saudara tua dan saudara mudahnya, karen 1 dan 2 yang nota bene berlokasi berdampingan. karen 2 ada satpamnya soalnya. tapi tetep aja sama-sama mefet sawah.

oh iya selain kerja bakti, setiap bulan rutin diadakan rapat warga. biasanya hari minggu malem senin. tempatnya bergantian. dari rumah satu ke rumah yang lain. nah bulan depan giliran rumah saya yang akan disinggahi bapak-bapak ini.

saya ngga nongkrong hari ini. mau belanja keperluan baby ciku. begitu sms saya kepada temen nongkrong saya.

hari ini saya ngga nongkrong, kalau boleh ya dibacanya kerja. soalnya sebenarnya saya lebih  banyak nongkrongnya daripada kerjanya. entah  itu nongkrong di kantor dewan perwakilan daerah kabupaten, nongkrong di depan komputer kantor istri saya. atau nongkrong di kamar kecil.

“kita kan  bukan pegawai negeri.jadi kalau kita tidak kerja tidak merugikan uang negara (rakyat).” tutur istri saya dalam percakapan kecil di atas mio kencana waktu kami meluncur ke toko shinta.

pagi ini saya ngga nongkrong. saya malah pergi dengan istri saya ke sebuah toko perlengkapan  bayi yang ada di ruko terminal lama purwokerto. lha istri saya  berarti ga bekerja? dia berarti makan gaji buta dong?

istri saya kerjanya malem. jadi seperti kelelawar.

kalau saya sendiri. apalagi saya. saya terserah saya aja. mau kerja, mau berangkat, mau tidur seharian. mau tiap hari dolan-dolan juga ga bakal ada yang protes. lha orang saya ga ada yang nggaji kok.

sebenarnya saya sudah mau berangkat nongkrong. jam 8.30 saya udah siap mau berangkat. tapi liat istri tertidur pulas, saya ngga tega membangunkannya. tadi pagi kami baru sampai rumah jam 3.30. biasanya jam 2 udah sampai rumah. tapi kata istri saya printer yang buat master koran lagi error jadi agak terlambat. sampai di rumah shalat isya, shalat sunat malam. nunggu adzan subuh sebentar lalu kita shalat subuh. setelah itu tidur.

jadilah saya yang sudah berpakaian rapi itu hanya baca koran sampai jam 10, sebelum akhirnya saya  memutuskan untuk berganti kostum dan menemani istri saya belanja kebutuhan  baby ciku.

baby ciku menurut dokter sudah berusia 33 minggu. menurut informasi, kelaihar bayi itu sekitar 40 minggu. bisa maju 2  minggu atau mundur 2 minggu. jadi kalau maju 2 minggu berarti si  baby ciku lahir sekitar 5 minggu lagi. kalau perkiraan dokter maret awal.

baby ciku adalah anak pertama kami. mommy and baby ciku. karena sudah semakin dekatnya kehadiran baby ciku di tengah-tengah keluarga ciku. maka kami selaku calon orang tauanya sudah sepantasnya memperisapkan segala sesuatunya.

kami beli macem-macem deh keperluan baby ciku itu. dari mulai bedong, gurita hingga baju. menurut dokter seh si baby ciku itu cewek. dalam pikiran saya juga begitu, bahwa baby ciku itu cewek. itu kenapa saya siapkan satu nama cewek, callista aisha. menurut ciri-cirinya baby ciku citu juga cewek.

tapi ga tahu juga seh. kata orang walau hasil USG cewek bisa saja salah. bisa saja cowok. makanya kami belinya pakaian baby ciku juga warna-warna netral, hijau, orange, putih. tapi sebenarnya saya juga binggung kalau nanti baby ciku cowok, lha saya belum  nyiapan namanya je.

belum semua kebutuhan baby ciku kami beli. mommy ciku sudah nyatet keperluannya sebenarnya, tapi karena sudah capek, kaki istri saya juga sudah bengkak. jadi baru sebagaian kebutuhan baby ciku yang kami beli.

rencananya, sisanya akan kami ajukan kepada teman-teman kantor. agar kebutuhan baby ciku yang belum kami beli, dikado saja oleh mereka. hehehehe maunya!

tadi malam saya main futsal lagi. ini adalah kali ketiga saya main futsal. kuper banged kan saya. saya main futsal bareng temen-temen tongkrongan  saya.

seru juga ternyata main futsal. serunya saya ga pernah dapat bola, bukan ga pernah, jarang lah. pas dapetpun, sepertinya si bola itu ga mau dengan  kaki saya. kalau ga salah mengarahkan bola, ya bolanya kena oleh teman saya. akhirnya yang ada saya cuman lari-lari di lapangan sintetis yang katanya temen-temen saya tuh ukurannya setengah lapangan bola. ukuran lapangan bola saja saya ga ngerti.  

tapi lumayan. lumayan membuat saya sakit seluruh badan selama 10 hari waktu pertama kali main futsal. gila 10 hari, seluruh badan saya rasanya sakit semua. jalan aja susah. penderitaan  yang sangat tidak setimpal. lha wong waktu pertama kali itu saya cuman main 10  menit. itupun 2X 5 menit.

5 menit pertama, saya dengan culunya tendang bola ga jelas, tapi penuh semangat. ela dalah saya waktu pertama kali main futsal, saking semangatnya ga tau kalau bola keluar lapangan. saya  main tendang aja. lah emang tuh bola ga keluar lapangan, wong kena jaring kok.

setelah lima menit dada saya merasa panas, nafas keliatannya tinggal dikit. saya berhenti. masoloh tuh yang namanya dada, panasnya minta ampun. hiperbolanya kayaknya mau meledag. pikir saya padahal saya jarang banged ngrokok. sebulan 7 batang aja udah banyak banged.

setelah beberapa saat berhenti saya main lagi.  tapi itupun ga berlangsung lama. sama, ternyata saya ejakulasi dini. cuman kuat 5 menit doang. jadi deh total cuman  maen 10 menit. bayar 10ribu, saya ga tau harga perjamnya berapa. tergantung jam sepertinya. tapi waktu itu kita patungan 10ribuan.

main 10 menit, bayar 10ribu, sakit 10 hari! perfect!

tapi sekarang saya udah lebih mendingan. waktu main yang kedua saya full 60 menit main. prestasi yang sangat luar biasa. peningkatan yang sangat tob banged.

yang kedua itu, saya sama temen-temen mainnya lebih slow. banyak guyon. saya malah bisa membobol gawang sebanyak, ya sekitar 5 biji lah. nurokhman, sang fotografer radar banyumas, jebol pertahananya , badan doang dia gede. hehehe!

main yang kedua ini saya juga sakitnya juga ga lama. dua hari udah normal lagi. tiga hari lah. setelah yang kedua ini akhirnya temen-temen, dimotori oleh feldi, wartawan yang cungkring berambut kriting, menetapkan jadwal main setiap selasa malam jam 10 malam.

kita main di Permata Hijau (PH) Futsal. Komplek Permata Hijau Estate, perumahan mewah di Purwokerto.

nah yang ketiga ini, tadi malam, juga kita main di sana. cuman ga begitu sip saya mainnya. lha itu tadi dapet bola aja ngga. malah saya sempat binggung saya main disebelah mana. hingga puncaknya saya masukin ke gawang sendiri ternyata. untung kipernya, yang entah siapa, temanya temen saya sepertnya, cekatan nangkep bolanya. walaaah!

dari sore saya sebenarnya saya udah agak kurang sreg. soalnya ada orang margi* ikut. saya sih tidak beralasan main saya jelek tadi malam karena ada dia. ya walau sedikit iya sih. tapi yang jelas saya ga bisa main juga. nendang bola yang bener aja sebenarnya saya ga ngerti.

puncak keenekan saya atas kemargian seseorang itu adalah saat diberitahu temen saya kalau dia tidak ikut urunan. lha udah mainnya yoi banged, lama, eh ngga bayar! pengennya main doang, giliran urunan diem.

ada ya orang begini. amit-amit jabang baby. sore hari waktu dia menyatakan mau ikut, saya udah sms temen saya. “saya kayaknya ga ikut futsal, karena si **** ikut.” sma saya ke dua temen saya.

ayo futsal lagi, tapi dia jangalah lagi diajak ya. hehehe!

margi =  nyebeline pool!, bikin eneg gitul loh!

Waktu saya nulis postigan ini, jam 3.03, mesin cetak radar banyumas masih bekerja ekstra keras mencetak pengumuman hasil seleksi CPNS untuk Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen. semoga sebenatar lagi selesai.  saya dari pagi berangkat nongkrong sampai jam segini belum pulang. udah ngantuk je, nanti jam 7.30 harus udah di tempat orang lagi. weleh-weleh.

jadi kalau pengen tau diterima atau nggaknya, silahkan baca di radar banyumas koran terbesar di barlingmascakeb (banjarnegara, purbalingga, banyumas, cilacap dan kebumen) edisi hari ini 31 desember 2009. bisa didapatkan dengan mudah di agen-agen terdekat.

selamat ya, sudah meraih yang diinginkan. jadi PNS. semoga kerjanya kelak bagus, amanah. ga buat skandal perselingukan, atau buat video saru. atau main pingpong doang, atau ngrumpi tok, atau mukulin murid. inget, digaji sama uang rakyat lho. maka layani mereka dengan baik.

untuk tante-tante dan om-om ciku yang ikut tes kemaren dan ngga keterima, waduh kasihan sekali sudah dikerjain mommy ciku. udah yu, kerja lebih kerasa dan kreatif lagi, biar ga kalah sama PNS.

ada yang putus asa dan mau kendat,  saya sediakan tali kutang!

pc2107801

terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang selalu memberikan yang terbaik buat saya. orang tua saya yang telah mencurahkan kasih sayangnya tiada henti. istri saya tercinta, terima kasih telah mendampingi dengan sabar penuh kasih sayang, semoga hidup selalu akan selalu lebih baik dan slalu bahagia. terima kasih juga sudah menjaga malaikat kecil kita, baby ciku (callysta aisha caskim) you are my everything. segalanya deh buat baby. temen-temen semuanya, terima kasih telah menjadi bagian dari  hidup saya.

jam di hapeku menunjukkan pukul 6.30 pm. aku belum juga beranjak dari tempat dudukku, menghadap laptop yang milik bersama itu. jam segitu harusnya sudah menyelesaikan ibadah shalat magrib. malas rasanya, bukan ga pengen shalat. tapi hujan di luar yang belum juga reda membuat suasana dingin. di dalam ruangan kehangatan terjaga.

kuputuskan juga untuk menunaikan ibadah shalat magrib. keterlaluan rasanya sebagai manusia yang udah dikasih seabreg kenikmatan, kok tidak bersyukur. bersyukur kepada yang memberi hidup.

hari ini hujan mengguyur purwokerto seharian. sejak tadi pagi hujan tidak juga reda. tidak deras terus-terusan memang. sebentar reda, deras kemudian.

di purwokerto memang sedang musim hujan. bulan desember ini katanya gede-gedenya sumber. kalau matahari sudah tergelincir ke arah barat, langitpun diselimuti awan hitam. tak lama kemudian turunlah hujan. begitu terus hampir setiap hari. kalau sudah begitu, berakhirlah hari sampai disitu. ga bisa lagi melakukan kegiatan yang lain. maklum saya yang masih belajar hidup ini belum punya kendaraan yang ada tutup atasnya. jadi harus pake pakean anti air kalau mau nekad mobiling di tengah terpaan hujan.

seperti hari ini. sebenarnya saya punya beberapa pekerjaan yang musti diselesaikan. mengedit dan mengimel laporan school visit, memburning desain kalender dan mengirimnya ke jogja serta mengkonfirmasi diknas kabupaten cilacap perihal perijinan school visit. selain seharusnya saya muter-muter purwokerto, atau paling tidak berkoordinasi dengan teman saya yang wartawan untuk beberapa urusan. 

tadi pagi saya bangun jam 7an, karena teman saya yang wartawan tilpun. seharusnya jam segitu tidak lagi pagi, tapi sudah kesiangan. itu memang bangun yang kedua. bangun pertama saya tadi sekitar pukul 5.30, untuk melaksanakan ibadah shalat subuh. terlalu siang juga sebenarnya untuk melaksanakan shalat subuh jam segitu.

setiap hari, jam segitu waktu bangun saya. bukan karena saya kebluk, tapi memang saya belum bisa mengkondisikan untuk bisa bangun lebih pagi. bukan tanpa usaha, saya sudah menyeting alarm di hape saya jam 4.30. sengaja saya setting jam 4.30, bukan untuk bangun sepagi itu, tapi saya setting jam segitu untuk ancang-ancang, karena ga mungkin rasanya begitu alarm bunyi saya langsung bangun. saya paling bangun setelah alarm berbunyi berulan-ulang. masih mending jam 5 udah bangun, alarm pasti sudah bunyi sekian kali baru saya bangun jam 5.30 itu.

begitu setiap hari. karena setiap hari juga saya sampai rumah jam 3an. saya setiap hari menemani istri saya tercinta bekerja. dia pulang rata-rata setiap hari jam 2 pagi. kasihan istri saya, tapi mau gimana lagi, saya belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga sendirian.

setelah bangun kedua itu, saya tidak tidur lagi. memutuskan untuk beraktifitas yang ringan-ringan. membuka jendela, membereskan bantal kursi, membersihkan debu-debu meja dan rak, serta menyapu lantai. saya lebih suka melakukan ini di pagi hari, daripada harus tidur lagi. walau kadang masih terasa ngantuk. tapi kalau saya tidur lagi, bisa-bisa saya bangu laginya jam 9. kalau bangun jam segitu, rasanya canggung untuk memulai hari.

saya senang melakukan hal-hal ringan tersebut. saya tidak merasa rendah sebagai suami melakukannya. saya mencintai istri saya, dan istri saya sedang mengandung callysta aisha caskim alias baby ciku calon anak kami, tidak ada salahnya bukan saya membantu meringankan pekerjaanya.

sebelum saya menyapu, sebenarnya saya harus mengeluarkan motor kesayangan saya. tapi saya memutuskan untuk menyapu lantai dengan tetap membiarkan motor saya berada di dalam rumah (bukan garasi). itu karena di luar hujan sedang turun.

hujan di pagi hari sebenarnya bukan pertama kali ini. di musim hujan seperti sekarang ini, hujan bisa kapan saja turun. tapi pagi ini hujan terus turun walau jam sudah menujukkan pukul 8.30. jam segitu biasanya saya sudah mencium dengan penuh cinta pipi kanan dan kiri istri saya serta perutnya yang sedang membuncit. lalu berpamitan untuk berikhtiar.

tapi pagi itu, cuaca sepertinya tak bisa berkompromi. hujan terus saja turun, bahkan sampai sekitar pukul 11, saat ibu manajer iklan telpon saya, memberikan informasi caleg dpr ri yang bisa dprosepek.

sebenarnya saya bisa pergi lebih awal, sebelum manajer iklan itu telpon. tapi hari ini selain hujan tak kunjung berhenti, di sokaraja dan sekitarnya sedang mendapat giliran pemadaman. lengkap sudah bukan penderitaan kami. sudah hujan, ga bisa pergi-pergi, listrik mati lagi. sialnya lagi, kami tidak punya persediaan makanan. hanya 4 bungkus mie instan. bubur ayam langganan kami yang biasanya jam 7.30 lewat, pagi itu saya tidak melihatnya. sebelum pergi sambil menunggu hujan reda, maka mie instan menjadi santapan.

istri saya juga tidak betah tinggal di rumah dengan kondisi seperti itu. dia berniat ikut saya pergi ke kantornya. karena di rumah ga bisa ngapa-ngapain. karena kami belum punya kendaraan beratap, maka jalan satu-satunya adalah menanti hujan reda. karena tidak mungkin juga kami memaksakan diri hujan-hujanan. kebetulan mantel hanya ada satu, satu lagi di motor mio. mionya di kantor.

saat hujan sedikit reda maka kami memutuskan untuk menempuh perjalanan sepanjang 3 km, menuju kantor istri saya. karena saya mau burning, maka kami mampir dulu di pusat perbelanjaan yang ada di sokaraja. saya beli 2 cd kosong. niatnya setelah itu kami menyelesaikan perjalanan kami yang tinggal separuh. tapi sayang hujan kambil deras. jadilah kami terdiam setengah jam sebelum akhirnya sampai di kantor istri saya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan saya yang tertunda.

It’s Me, Q NEWT!

porno_.jpg

Kalender

Juli 2017
S S R K J S M
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

theCaskims

Nyalakan Semangatmu; Apa Yang Terjadi Sekarang, Apa Yang Kamu Pikirkan Kemaren! Rencanakan Hidupmu!

Blog Stats

  • 48,741 hits